MENGHADIRI – Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertrankop UKM) Barito Utara menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD bahas kendala pembangunan KDMP, Rabu (8/4/2026). Foto : istimewa
MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Puluhan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Barito Utara hingga kini belum beroperasi. Kondisi ini membuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi desa belum berjalan maksimal.
Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (Disnakertrankop UKM) Barito Utara, sedikitnya 55 unit KDMP belum memiliki lahan atau lokasi untuk pembangunan gerai fisik. Ketiadaan fasilitas tersebut menjadi kendala utama sehingga koperasi belum dapat menjalankan aktivitas usahanya.
Kepala Disnakertrankop UKM Barito Utara, M Mastur, menjelaskan bahwa persoalan lahan menjadi hambatan terbesar, terutama karena lokasi yang dibutuhkan harus memenuhi kriteria tertentu seperti bebas banjir dan siap dibangun.
Selain itu, belum tersedianya kantor atau tempat operasional yang representatif turut memperlambat jalannya koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Tidak hanya itu, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) serta belum adanya perencanaan usaha yang sesuai dengan potensi lokal juga menjadi faktor penghambat.
“Tidak hanya lahan, kesiapan SDM dan perencanaan usaha juga masih menjadi tantangan,” ujarnya, Sabtu (10/4/2026).
Di sisi lain, kendala permodalan dan dukungan anggaran, termasuk dari Dana Desa yang masih dalam proses, semakin memperlambat pengembangan koperasi. Bahkan, beberapa pengurus koperasi dilaporkan mengundurkan diri, serta belum tersedianya anggaran operasional, khususnya di wilayah kelurahan.
Permasalahan tersebut telah disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Barito Utara. Pemerintah daerah berharap melalui koordinasi lintas pihak, berbagai kendala yang ada dapat segera diatasi sehingga koperasi dapat berfungsi optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Editor : Frans Dodie