JAMUAN – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar jamuan santap siang untuk Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Negara, Jakarta, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Arab Mesir Abdel Fattah El-Sisi membahas penguatan kerja sama bilateral saat kunjungan kenegaraan di Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Prabowo menjamu El-Sisi dalam jamuan santap siang di Istana Negara sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Mesir ke Indonesia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi kunjungan El-Sisi dan menegaskan hubungan persahabatan Indonesia-Mesir memiliki sejarah panjang, terutama sejak perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Prabowo mengingatkan bahwa Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia serta mendukung perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kedaulatan.
“Indonesia tidak lupa, Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia,” ujar Prabowo.
Selain memiliki ikatan sejarah, kedua negara juga mempunyai pengalaman bersama dalam merintis Gerakan Non-Blok atau Non-Aligned Movement.
Prabowo menyebut pertemuannya dengan El-Sisi telah membahas sejumlah hal penting dan menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat hubungan serta kerja sama Indonesia dan Mesir.
Menanggapi sambutan tersebut, El-Sisi menyampaikan terima kasih atas penyambutan hangat dari Prabowo dan pemerintah Indonesia. Ia juga menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama melalui berbagai kesepakatan bersama.
Jamuan kenegaraan itu turut menampilkan Tari Zapin Lancang Kuning dari Riau yang memadukan unsur budaya Melayu dan Arab. Pertunjukan tersebut menyambut kedua pemimpin sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada tamu negara.
Jamuan santap siang di Istana Negara menutup rangkaian kunjungan kenegaraan El-Sisi ke Indonesia. Kedua negara diharapkan terus mempererat persahabatan dan mengembangkan kerja sama berdasarkan hubungan sejarah yang telah terjalin lama.
Editor : Frans Dodie
