WORKSHOP : Pelaksanaan workshop bertajuk Collaborative Research Finding of Drought and Peatlands Fires in Indonesian Borneo, Understanding Driver and Impact to Build Resilience Through Sustainable Development di Ballroom Hotel Best Western, Kota Palangka Raya, Rabu (8/1/2025). Foto : Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Perlindungan terhadap lahan gambut di Kalimantan Tengah (Kalteng) memerlukan upaya bersama yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, dan masyarakat lokal.
Hal ini disampaikan dalam workshop yang bertajuk Collaborative Research Finding of Drought and Peatlands Fires in Indonesian Borneo: Understanding Drivers and Impact to Build Resilience Through Sustainable Development, yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Best Western, Palangka Raya, pada Rabu (8/1/2024).
Workshop ini merupakan bagian dari upaya untuk mensosialisasikan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kalimantan Lestari Research Project (KaLi), sebuah kolaborasi antara Universitas Palangka Raya (UPR), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), serta universitas internasional seperti University of Leicester, University of Leeds, dan London School of Economics. Penelitian ini berfokus pada penyebab kekeringan dan kebakaran lahan gambut di Kalimantan.
Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Natalina Asi, M.A., menjelaskan bahwa kebakaran lahan gambut disebabkan oleh interaksi kompleks antara faktor iklim, penggunaan lahan, dan aktivitas manusia. Oleh karena itu, penanganan masalah ini memerlukan kerja sama yang erat antara semua pihak terkait.
“Kolaborasi antara pemangku kepentingan lokal dan nasional sangat penting untuk memperkuat perlindungan lahan gambut serta menciptakan solusi berkelanjutan yang tidak hanya mengurangi risiko kebakaran, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Dr. Natalina.
KaLi Research Project, yang dimulai pada Mei 2020, bertujuan untuk mengidentifikasi masyarakat dan wilayah yang paling rentan terhadap kebakaran dan dampak kekeringan, serta mengembangkan kebijakan mitigasi berbasis riset ilmiah. Penelitian ini juga fokus pada penyusunan kebijakan prioritas yang dapat mengurangi risiko kebakaran di masa depan dan memperkuat ketahanan lingkungan serta ekonomi di Kalimantan Tengah.
“Manfaat dari kolaborasi ini sangat luas, tidak hanya untuk mengurangi risiko kebakaran, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat lokal dan mendukung kelestarian lingkungan,” tambah Dr. Natalina.
Dengan melibatkan berbagai pihak dalam penelitian dan implementasi solusi, diharapkan perlindungan lahan gambut dapat dilakukan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan di Kalimantan Tengah. (red)