Bupati Barito Utara Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, serta Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Tomy Haridjaya, S.Sos, M.M, menghadiri kegiatan Open House atau Gelar Griya di SD, PAUD dan TK, serta SMP penerima Program Revitalisasi dan Papan Interaktif Digital (PID) Satuan Pendidikan di Kabupaten Barito Utara pada 17 Oktober 2026. Foto Ist
MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Kegiatan Open House atau Gelar Griya di Sekolah Dasar (SD), PAUD dan Taman Kanak-Kanak (TK), serta SMP penerima Program Revitalisasi dan Papan Interaktif Digital (PID) Satuan Pendidikan di Kabupaten Barito Utara pada tanggal 17 Oktober 2026 menjadi momentum penting untuk memperlihatkan hasil pembangunan pendidikan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Barito Utara Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, Sekretaris Daerah Muhlis, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Dinas Pendidikan, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tokoh Masyarakat, Dewan Guru, Komite Sekolah, Orang Tua, Murid, masyarakat sekitar, serta Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Tomy Haridjaya, S.Sos, M.M beserta Tim.
Dalam keterangannya terkait kegiatan tersebut, Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Tengah Dr. Tomy Haridjaya, S.Sos, M.M menekankan bahwa esensi program revitalisasi sekolah selain pada perbaikan fisik bangunan, juga pada perubahan kualitas lingkungan dan pengalaman belajar peserta didik.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya memperbaiki ruang kelas atau fasilitas pendidikan. Lebih dari itu, kita ingin menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendorong tumbuhnya semangat belajar, kreativitas, serta potensi setiap anak,” ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan program revitalisasi perlu dilihat secara lebih komprehensif, tidak hanya dari penyelesaian pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh guru dan peserta didik.
“Selain bangunan sekolah berubah menjadi lebih baik, juga yang penting adalah bagaimana perubahan tersebut diikuti dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran,” jelasnya.
Pada acara tersebut rombongan meninjau fasilitas hasil revitalisasi dan menyaksikan demonstrasi pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPMP Kalimantan Tengah Dr. Tomy Haridjaya, S.Sos, M.M menjelaskan bahwa digitalisasi pendidikan merupakan langkah strategis dalam memperkaya pengalaman belajar sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.
“Teknologi digital akan memperkuat kemampuan guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi akan terlihat dari seberapa jauh
teknologi tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kemampuan berpikir, bernalar, berkreasi, dan memecahkan masalah pada peserta didik.
Kepala BPMP Kalimantan Tengah juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keterlibatan Bupati Barito Utara beserta jajaran pemerintah daerah, tokoh pendidikan, orang tua, dan masyarakat dalam kegiatan Gelar Griya tersebut. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur ini mencerminkan perhatian dan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Barito Utara.
“Pemerintah pusat dapat menghadirkan program dan dukungan fasilitas, tetapi keberlanjutan manfaatnya memerlukan komitmen pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat,” jelasnya.
Ia berharap Dinas Pendidikan terus memperkuat pendampingan kepada satuan pendidikan, sementara sekolah memastikan fasilitas yang telah tersedia dipelihara dan dimanfaatkan secara optimal.
Lebih lanjut, Kepala BPMP Kalimantan Tengah menyampaikan bahwa momentum Gelar Griya dalam rangka capaian dua tahun program prioritas pendidikan pemerintahan Kabinet Merah Putih melalui Kemendikdasmen hendaknya menjadi ruang refleksi bersama.
Menurutnya, revitalisasi dan digitalisasi harus menjadi bagian dari proses peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, termasuk penguatan literasi, numerasi, karakter, kreativitas, dan kemampuan bernalar.
Kepala BPMP Kalimantan Tengah juga menyampaikan pesan bahwa pembangunan pendidikan pada hakikatnya merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.
“Membangun sekolah bukan semata-mata membangun ruang untuk belajar, tetapi membangun ruang tempat tumbuhnya cita-cita, karakter, pengetahuan, dan masa depan anak-anak bangsa.”
Ia berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk mewujudkan semangat Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, sehingga setiap anak di Kalimantan Tengah memperoleh kesempatan belajar dan berkembang secara optimal.
Editor: Frans Dodie*
