Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, bersama pemangku kepentingan mengikuti kegiatan prainkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri, Pangkalan Bun, Senin (27/4). Foto Istimewa
PANGKALAN BUN, TOVMEDIA.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng mendorong perluasan akses keuangan masyarakat pesisir. Salah satunya melalui kegiatan prainkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Tanjung Putri, Kabupaten Kotawaringin Barat.
OJK menggelar kegiatan tersebut di Pangkalan Bun, Senin (27/4). Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa berbasis potensi lokal, khususnya sektor perikanan. Kepala OJK Kalteng, pemerintah desa, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pimpinan lembaga jasa keuangan (LJK) menghadiri kegiatan itu.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, mengatakan, program EKI tidak hanya memperluas akses layanan keuangan formal, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan.
“Melalui tahapan prainkubasi, inkubasi, hingga pasca-inkubasi, kami merancang intervensi program secara terarah, mulai dari pemetaan kebutuhan hingga penguatan keberlanjutan ekonomi desa,” ujarnya.
Ia menegaskan, program EKI juga mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai program strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing mencapai 66,46 persen dan 80,51 persen. Namun, kelompok petani dan nelayan masih mencatat angka lebih rendah, yakni 58,87 persen dan 69,40 persen. Di wilayah perdesaan, literasi dan inklusi keuangan mencapai 59,60 persen dan 75,70 persen.
Kondisi tersebut mendorong OJK meningkatkan edukasi serta memperluas akses keuangan formal. Sehingga masyarakat tidak bergantung pada pembiayaan informal yang berisiko.
1 Ton Ikan per Hari
Kepala Desa Tanjung Putri, Eli Sapitri, menyatakan, program EKI membantu memperluas akses keuangan bagi nelayan yang selama ini belum sepenuhnya terjangkau layanan formal.
“Penguatan literasi keuangan sangat penting agar masyarakat memahami dan memilih produk keuangan yang legal. Kami berharap program ini mendorong pemerataan akses keuangan di desa,” katanya.
Desa Tanjung Putri menghasilkan sekitar 1 ton ikan per hari. Potensi tersebut dapat berkembang lebih optimal jika masyarakat memanfaatkan dukungan sistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan ini, OJK juga memberikan sosialisasi edukasi keuangan kepada masyarakat nelayan. OJK menyampaikan materi tentang produk jasa keuangan legal serta pengelolaan keuangan yang sehat.
Melalui program ini, OJK menargetkan Desa Tanjung Putri menjadi percontohan pengembangan ekosistem keuangan inklusif di Kalimantan Tengah.
Editor: Frans Dodie*