Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Lohing Simon, meminta pemerintah lebih serius mengembangkan energi surya untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di daerah terpencil.
Menurut Lohing, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dapat menjadi solusi untuk membantu desa-desa yang belum terjangkau jaringan listrik utama. Penggunaan energi surya juga dinilai lebih sesuai untuk wilayah terpencil.
“Pemerintah harus terus mencari berbagai solusi agar seluruh masyarakat bisa menikmati listrik secara merata, termasuk melalui pemanfaatan energi alternatif,” ujar Lohing, Kamis (25/6/2026).
Ia mengatakan, listrik sudah menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Selain untuk penerangan, listrik juga mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemerintahan desa.
Lohing menyoroti kondisi sejumlah desa di Kabupaten Barito Selatan yang masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) skala desa.
Penggunaan PLTD, kata dia, membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Salah satu kendalanya adalah harga solar industri yang cukup tinggi sehingga membebani pengelola pembangkit listrik desa.
“Kalau biaya operasional semakin tinggi, tentu masyarakat di daerah terpencil yang akan merasakan dampaknya,” katanya.
Lohing memahami bahwa kebijakan harga bahan bakar minyak merupakan kewenangan pemerintah pusat. Namun, persoalan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan listrik masyarakat.
Karena itu, ia meminta pemerintah mulai lebih serius mengembangkan energi terbarukan, khususnya PLTS. Pengembangan energi surya dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperluas akses listrik ke wilayah yang belum terjangkau jaringan utama.
“Kalau terkait harga BBM, itu memang kebijakan pemerintah pusat. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana masyarakat tetap bisa mendapatkan akses listrik yang layak,” tegasnya.
Editor : Frans Dodie