Teks foto: Legenda MU Ryan Giggs dan Rio Ferdinand berfoto bersama legenda Arsenal Robert Pires dan Gilberto Silva seusai konferensi pers menjelang pertandingan United Legends melawan North London Legends di SUGBK, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Foto Ist
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Rivalitas Manchester United (MU) dan Arsenal meninggalkan kenangan kuat bagi para pemainnya. Empat legenda kedua klub kembali mengenang persaingan sengit tersebut menjelang pertandingan ekshibisi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Rio Ferdinand dan Ryan Giggs mewakili legenda MU. Sementara itu, Gilberto Silva dan Robert Pires hadir mewakili Arsenal dalam konferensi pers di SUGBK, Jumat (9/10/2026).
Pertandingan bertajuk Champions Impact in Jakarta: The Rivalry Returns akan mempertemukan United Legends dan North London Legends pada pukul 19.00 WIB.
Gilberto Silva mengenang ketegangan yang muncul sebelum pertandingan dimulai. Ia menceritakan suasana lorong sempit Stadion Highbury yang mempertemukan pemain kedua tim sebelum mereka memasuki lapangan.
“Ketika pertandingan berlangsung di Highbury, lorong menuju lapangannya sangat sempit. Kami berdiri bahu-membahu dan terkadang situasi mulai memanas sejak di lorong. Namun, itu merupakan bagian dari permainan,” kata Gilberto.
Pemain asal Brasil itu membela Arsenal selama enam tahun sejak 2002. Ia juga memperkuat skuad The Invincibles yang menjalani musim Liga Inggris 2003/2004 tanpa kekalahan.
Gilberto menilai kualitas pemain dan kemampuan kedua manajer, Arsene Wenger di Arsenal serta Sir Alex Ferguson di MU, membuat persaingan semakin ketat.
Menurutnya, pertandingan melawan MU menuntut persiapan maksimal. Persaingan itu juga mendorong pemain meningkatkan kemampuan mereka.
“Namun, pada akhirnya, pertandingan besar seperti itulah yang kami sukai. Menurut saya, menghadapi lawan tangguh seperti mereka membuat kami menjadi pemain yang lebih baik karena kami harus mempersiapkan diri dengan lebih matang,” ujarnya.
Rio Ferdinand juga mengenang insiden di lorong Stadion Old Trafford yang tidak tertangkap kamera.
“Sebenarnya, ada satu momen, tetapi kalian tidak pernah melihatnya! Kejadiannya di lorong Old Trafford, ketika terjadi perkelahian,” kata Ferdinand.
Gilberto menimpali bahwa ia menyaksikan langsung insiden yang melibatkan dua kapten tim, Patrick Vieira dari Arsenal dan Roy Keane dari MU.
Sementara itu, Robert Pires mengatakan Arsenal selalu menantikan pertandingan melawan MU setiap musim. Kedua klub kerap bersaing memperebutkan gelar Liga Inggris.
Pires, yang bergabung dengan Arsenal dua tahun sebelum Gilberto, menyebut laga melawan MU dan derbi London Utara menghadapi Tottenham Hotspur sebagai dua pertandingan penting dalam kalender klub.
“Ketika musim dimulai, orang-orang biasanya mengatakan bahwa juara akan berasal dari Manchester United atau Arsenal. Kami bersaing untuk memperebutkan trofi yang sama,” kata pemain asal Prancis tersebut.
Ryan Giggs juga mengenang persiapan panjang MU setiap kali menghadapi Arsenal. Menurutnya, para pemain mulai membicarakan pertandingan tersebut sejak laga sebelumnya berakhir.
“Kami tahu bahwa pertandingan tersebut merupakan ujian terbesar. Kami akan menghadapi pemain-pemain hebat dan manajer yang luar biasa. Karena itu, kami harus berada dalam performa terbaik,” kata Giggs, yang pernah menjadi asisten pelatih MU dan pelatih kepala tim nasional Wales.
Giggs menyebut persaingan kedua tim sebagai salah satu momen penting dalam sejarah Liga Inggris.
“Itu merupakan momen-momen luar biasa di Premier League. Dua tim hebat dengan pemain-pemain berkualitas bertanding dengan kekuatan penuh. Ada tekel, gol, dan penyelamatan hebat dari para penjaga gawang,” tambahnya.
Editor: Frans Dodie*
