Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, bersama pihak terkait lainnya, melaksanakan panen raya jagung hasil program pembinaan kemandirian di area pertanian Lapas, Jumat (26/12/2025). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palangka Raya menggelar panen raya jagung sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan, Jumat (26/12/2025). Melalui kegiatan ini, Lapas menunjukkan peran aktif dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Lapas Kelas IIA Palangka Raya melaksanakan panen raya tersebut di area pertanian Lapas, dengan melibatkan langsung warga binaan. Kegiatan ini menegaskan komitmen Lapas dalam membina warga binaan agar memiliki keterampilan produktif dan berkelanjutan.
Panen raya tersebut juga menghadirkan Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Yonif TP Isen Mulang, Koramil 1016-02/Bukit Batu, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis se-Kota Palangka Raya. Kehadiran para pihak tersebut memperkuat sinergi antarinstansi dalam mendukung pembinaan lapas.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, menyampaikan apresiasi terhadap program tersebut. “Panen raya jagung ini membuktikan bahwa pembinaan di Lapas mampu menghasilkan karya positif dan bernilai ekonomi,” ujarnya.
Selain itu, warga binaan mengikuti seluruh proses pertanian mulai dari penanaman hingga panen dengan pendampingan petugas pemasyarakatan. Melalui pendampingan ini, Lapas memastikan warga binaan memahami teknik pertanian secara langsung.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Hisam Wibowo, menegaskan, program pertanian jagung menjadi sarana pembentukan karakter warga binaan. Ia menyatakan, Lapas menanamkan nilai kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian melalui kegiatan tersebut.
Dengan terlaksananya panen raya ini, Lapas Kelas IIA Palangka Raya terus mendorong pemasyarakatan yang produktif dan humanis. Ke depan, Lapas berencana memanfaatkan hasil panen untuk kebutuhan internal serta pengembangan program ketahanan pangan.
Editor: Frans Dodie