OJK Kalteng menggelar taklimat media untuk menyampaikan perkembangan sektor jasa keuangan di daerah setempat, Rabu (11/12/2025). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kinerja perbankan umum di Kalteng menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang Oktober 2025, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.
Aset, DPK, dan penyaluran kredit kembali mencatatkan kenaikan tahunan. Tren positif ini memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah tersebut.
Kepala OJK Kalteng, Primandanu Feriyan Aziz mengungkapkan, peningkatan aset mencapai 15,67 persen secara tahunan, sementara pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai hampir 12 persen. Penyaluran kredit juga tumbuh meski disertai kenaikan tingkat kredit bermasalah. Namun, OJK menegaskan NPL masih berada dalam batas aman.
“Aset bank umum di Kalteng kini mencapai Rp98,25 triliun, dan ini mencerminkan optimisme sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Primandanu, Rabu (11/12/2025).
Selain itu, OJK mencatat kredit konsumtif masih mendominasi komposisi pembiayaan dengan nilai Rp20,90 triliun. Kredit modal kerja dan investasi menyusul dengan porsi yang cukup stabil. Dominasi kredit rumah tangga, pertanian, dan perikanan menunjukkan masih kuatnya sektor ekonomi dasar daerah.
Meskipun demikian, kenaikan NPL dari 1,62 persen menjadi 2,22 persen menjadi perhatian OJK. Lembaga tersebut memastikan pengawasan intensif diterapkan agar kualitas kredit tetap terjaga. Bank umum juga didorong menerapkan mitigasi risiko untuk mencegah pemburukan kredit.
Pada sisi jenis usaha, kredit non-UMKM masih mendominasi dengan porsi 64,80 persen. Kredit mikro, kecil, dan menengah tetap meningkat tetapi belum mampu mengimbangi penyaluran ke sektor besar. OJK menilai hal ini sebagai tantangan untuk mendorong pemerataan pembiayaan produktif.
Secara keseluruhan, OJK menilai pertumbuhan perbankan umum berperan penting dalam menjaga momentum ekonomi Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, OJK akan terus memperkuat pengawasan dan kolaborasi dengan industri perbankan agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan.
Editor: Frans Dodie