Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Arton S. Dohong, meminta tradisi Tiwah terus dilestarikan sebagai bagian dari warisan budaya dan kehidupan masyarakat Dayak.
Hal tersebut disampaikan Arton saat menghadiri Upacara Ritual Keagamaan Tiwah yang digelar Keluarga Besar Upun Gawi di Jalan G. Obos VIII, Kelurahan Bakung, Kota Palangka Raya.
Arton mengatakan, Tiwah merupakan ritual sakral dalam ajaran Hindu Kaharingan yang memiliki makna penting, baik dari sisi keagamaan maupun budaya.
Menurutnya, keberadaan Tiwah tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan ajaran kepercayaan, tetapi juga menjadi bagian dari warisan leluhur yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Pelaksanaan Tiwah tidak hanya menjadi bagian dari pengamalan ajaran keagamaan, tetapi juga merupakan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang,” kata Arton, belum lama ini.
Ia menilai, perkembangan zaman tidak boleh membuat generasi muda kehilangan pemahaman terhadap adat dan budaya daerah. Karena itu, pelestarian tradisi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Arton juga menyebut tradisi Tiwah memiliki nilai sosial yang kuat. Pelaksanaannya dapat menjadi momentum untuk mempererat hubungan, kebersamaan, dan persatuan di tengah masyarakat.
“Pelestarian adat dan budaya merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan Tiwah dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut tetap hidup di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.
Editor : Frans Dodie