Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas meluncurkan portal pemantauan dampak karhutla terhadap kesehatan yang menyajikan data kasus ISPA dan informasi kualitas udara berdasarkan ISPU. Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinks) Kabupaten Kapuas meluncurkan portal pemantauan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kesehatan. Portal ini membantu masyarakat memantau perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan kualitas udara di tengah kondisi kabut asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kapuas, Agus Waluyo, mengatakan, pihaknya menyiapkan portal tersebut sebagai pusat informasi kesehatan dan kualitas udara. Masyarakat dapat mengakses data melalui laman resmi Dinkes Kapuas.
“Laman ini kami rancang sebagai pusat informasi yang menyajikan data terkini kasus ISPA serta kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU),” kata Agus di Kuala Kapuas, Senin (31/8/2026).
Agus menyebut Dinkes Kapuas menangani 2.638 kasus ISPA dalam dua pekan terakhir. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena ISPA mencatat jumlah kasus tertinggi dalam periode tersebut.
Secara kumulatif, Agus menyebut kasus ISPA di Kalimantan Tengah telah mencapai puluhan ribu. Ia mengatakan peningkatan kasus itu berlangsung seiring dengan meluasnya karhutla di sejumlah wilayah.
Meski demikian, berbagai faktor dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat. Karena itu, Dinkes Kapuas menggunakan data tersebut sebagai salah satu bahan evaluasi dalam menentukan langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan.
“Portal ini kami harapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan mendorong peningkatan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan di daerah,” ujarnya.
Pantau ISPU
Selain menyajikan data ISPA, portal tersebut menyediakan informasi mengenai Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU. Indeks ini membantu masyarakat mengetahui kondisi kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan sesuai situasi.
Agus menjelaskan, lima kategori ISPU. Nilai 0-50 masuk kategori Baik, 51-100 Sedang, 101-200 Tidak Sehat, 201-300 Sangat Tidak Sehat, sedangkan 301-400 masuk kategori Berbahaya.
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan, perlu membatasi aktivitas di luar ruangan.
Kurangi Aktivitas Luar
Agus mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat udara mengandung banyak debu atau asap. Ia juga meminta warga membatasi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.
Selain itu, masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan mencukupi waktu istirahat. Warga juga sebaiknya memeriksa informasi ISPU terbaru sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
“Jika mengalami gejala ISPA seperti batuk, pilek, atau sesak napas, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” kata Agus.
Rumah Oksigen
Selain layanan kesehatan di fasilitas medis, Pemerintah Kabupaten Kapuas menyediakan rumah oksigen di Jalan Ahmad Yani, Kuala Kapuas. Agus mengatakan fasilitas tersebut dapat membantu warga yang mengalami sesak napas dan membutuhkan pertolongan awal.
Dinkes Kapuas terus mendorong masyarakat memanfaatkan informasi kesehatan yang tersedia melalui portal tersebut. Pemerintah daerah juga dapat menggunakan data itu untuk mengevaluasi langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan selama kondisi karhutla.
Dengan akses informasi yang lebih mudah, masyarakat dapat memantau perkembangan ISPA dan kualitas udara sebelum menentukan aktivitas di luar rumah.
Editor: Frans Dodie*