MENGHADIRI – Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Anang Dirjo saat menghadiri kegiatan Penguatan Pasokan dan Distribusi Beras di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah. Foto : mmc.kalteng.go.id
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendatangkan 150 ton beras premium dari Makassar, Sulawesi Selatan, untuk memperkuat pasokan dan menjaga harga beras tetap terjangkau. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengendalikan inflasi di daerah.
Pemerintah menjalankan program tersebut melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng dan Perum BULOG Kanwil Kalteng. Program ini menyasar tiga wilayah pencatatan Indeks Harga Konsumen (IHK), yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, dan Kabupaten Kapuas.
Dilansir dari mmc.kalteng.go.id, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalteng, Anang Dirjo, menyampaikan apresiasi Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo atas sinergi Bank Indonesia dan BULOG dalam menjaga ketersediaan pasokan beras.
Anang menyampaikan hal tersebut saat kegiatan Penguatan Pasokan dan Distribusi Beras di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Selasa (13/10/2026).
Dalam sambutan tertulisnya, Edy Pratowo meminta seluruh pihak memastikan beras tersebut tersalurkan secara lancar dan tepat sasaran. Menurutnya, pengadaan beras dari luar daerah menjadi langkah strategis untuk menambah pasokan sekaligus menjaga kestabilan harga pangan.
Edy juga meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama instansi terkait mengawal distribusi beras, terutama ke Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Kapuas. Koordinasi antarlembaga perlu diperkuat agar penyaluran tidak mengalami hambatan yang berpotensi memengaruhi harga di pasaran.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng, Yuliansah Andrias, menjelaskan bahwa program FDP membantu mengurangi biaya pengangkutan beras dari daerah produsen ke wilayah tujuan. Dengan dukungan biaya distribusi tersebut, harga jual beras diharapkan lebih terjangkau, bahkan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalteng, Erwin Budiana, merinci pembagian 150 ton beras premium tersebut. Kota Palangka Raya mendapat alokasi 75 ton, Kabupaten Kotawaringin Timur 50 ton, dan Kabupaten Kapuas 25 ton.
BULOG mendatangkan beras dari Makassar untuk memperkuat ketersediaan beras premium di Kalteng, mengingat keterbatasan infrastruktur produksi beras premium di daerah. Melalui kerja sama pemerintah daerah, Bank Indonesia, BULOG, dan TPID, pasokan beras diharapkan tetap terjaga, inflasi terkendali, dan daya beli masyarakat terlindungi.
Editor: Frans Dodie
