Kabut asap menyelimuti Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Jumat (9/10/2026). Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Jumat (9/10/2026).
Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kapuas mencatat 1.754 titik panas (hotspot) hingga 8 Oktober 2026. Kecamatan Mantangai mencatat jumlah terbanyak, yakni 1.106 titik.
Ketua Harian Pelaksana Penanganan Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandingan, menyampaikan data tersebut berdasarkan catatan posko induk.
Posko juga mencatat 13 kejadian karhutla hingga 8 Oktober 2026 di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kapuas. Petugas mencatat kejadian di Handel Perwira dan Handel Sederhana, Desa Anjir Serapat Barat, Kecamatan Kapuas Timur; Desa Mentangai Hilir dan Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai; Desa Dadahup, Kecamatan Dadahup; Desa Saka Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat; serta Kelurahan Selat Utara, Kecamatan Selat.
Petugas juga mencatat kejadian di Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah; Dusun Tuanan, Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai; Desa Basarang Jaya, Kecamatan Basarang; serta Desa Tamban Baru Tengah, Kecamatan Tamban Catur. Data posko turut mencantumkan Desa Mentangai Hilir dan Desa Lamunti di Kecamatan Mantangai.
Data hingga 8 Oktober tersebut menunjukkan Kecamatan Mantangai mendominasi jumlah titik panas di Kabupaten Kapuas dengan 1.106 titik dari total 1.754 titik.
Di tengah kondisi kabut asap, masyarakat perlu membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika asap semakin pekat. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah dapat menggunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi paparan partikel asap. Masyarakat juga perlu menjaga asupan air putih dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata.
Selain itu, warga perlu menghindari pembakaran lahan untuk membuka kebun maupun keperluan lainnya. Kondisi lahan yang kering dapat membuat api menjalar dan menyulitkan upaya pemadaman.
Editor: Frans Dodie*
