Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, memimpin Rapat Teknis TPID di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Selasa (22/9/2026), membahas langkah pengendalian inflasi di tengah sejumlah tantangan daerah. Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kapuas menghadapi tekanan inflasi di tengah sejumlah persoalan yang berlangsung bersamaan. Karhutla, kemarau panjang, keterbatasan air bersih, antrean di SPBU, hingga pemadaman listrik berkala, ikut menjadi tantangan pemda dalam menjaga stabilitas harga dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, mengatakan, kondisi tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemda harus tetap memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan di tengah berbagai persoalan tersebut.
“Oleh karena itu, sinergi dan kebersamaan seluruh elemen TPID menjadi kunci utama menjaga stabilitas daerah. Kondisi yang kita hadapi cukup kompleks, namun pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi yang utama. Kita sikapi situasi ini dengan kebersamaan dan kerja tim agar beban yang dirasakan masyarakat semakin ringan,” kata Wiyatno di Kuala Kapuas, Selasa (22/9/2026).
Wiyatno menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Teknis TPID di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kapuas. Rapat tersebut menindaklanjuti arahan Kemendagri terkait kewaspadaan terhadap angka inflasi Kabupaten Kapuas yang berada pada posisi 3,19 persen.
Pemkab Kapuas telah mengambil sejumlah langkah untuk menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya dengan menyalurkan sekitar 4.000 paket sembako kepada warga di Kecamatan Timpah dan Kecamatan Kapuas Tengah.
Pemkab Kapuas juga mengerahkan petugas pemadam kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mendistribusikan air bersih ke permukiman warga pada malam hari.
Di sektor perdagangan, pemda untuk sementara memindahkan pusat perdagangan ikan dan daging ke Pelabuhan Danau Mare. Pemindahan tersebut bertujuan menjaga kelancaran aktivitas ekonomi yang setiap hari memperdagangkan hingga 30 ton ikan dan 15 ton daging ayam.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan Pasar Ikan dan dermaga permanen yang akan terhubung dengan kawasan Waterfront City melalui anggaran 2027.
Untuk menindaklanjuti arahan Kemendagri mengenai pengendalian harga, Pemkab Kapuas menyetujui dua instrumen intervensi yang sebelumnya belum berjalan. Pemerintah daerah akan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan memberikan subsidi transportasi untuk menekan biaya distribusi komoditas pangan. Dengan dua langkah tersebut, Pemkab Kapuas menargetkan pelaksanaan sembilan langkah konkret pengendalian inflasi secara utuh.
Tujuh Langkah
Sebelumnya, pemda telah menjalankan tujuh langkah, yakni memantau harga dan stok, menggelar rapat teknis TPID, menjaga pasokan bahan pokok dan barang penting, mencanangkan gerakan menanam, menggelar operasi pasar murah, melakukan inspeksi mendadak di pasar dan distributor, serta berkoordinasi dengan daerah penghasil.
Pemkab Kapuas menyatakan, seluruh langkah tersebut untuk menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mempertahankan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Editor: Frans Dodie*