Ketua Umum DPN Gerdayak Indonesia, Yansen A. Binti, memberikan keterangan kepada awak media usai peringatan HUT ke-16 Gerdayak Indonesia di Hotel Bahalap, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-16 Gerakan Pemuda Dayak (Gerdayak) Indonesia yang digelar di Hotel Bahalap, Palangka Raya, Sabtu (6/6/2026), menjadi momentum penting untuk memperkokoh kebersamaan sekaligus meningkatkan peran organisasi dalam mendukung pembangunan daerah.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gerdayak Indonesia, Yansen A. Binti, menegaskan bahwa kekuatan utama organisasi terletak pada soliditas dan persatuan seluruh kader. Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi ke depan hanya dapat diselesaikan apabila seluruh anggota tetap kompak dan memiliki tujuan yang sama.
“Persatuan adalah modal utama kita. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan yang muncul ke depan dapat kita hadapi dan selesaikan bersama,” ujarnya usai kegiatan.
Yansen menyampaikan bahwa Gerdayak berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kalimantan Tengah. Komitmen tersebut telah menjadi salah satu poin penting yang dibahas dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) organisasi.
Ia menegaskan, Gerdayak siap mengawal serta mendukung berbagai program strategis pemerintah, baik yang berasal dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, demi mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Yansen juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Dayak melalui program satu keluarga satu sarjana. Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan mereka dalam menghadapi perkembangan zaman dan memberikan solusi bagi daerahnya.
“Kita membutuhkan generasi yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga memiliki kompetensi dan mampu menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat,” katanya.
Selain itu, Yansen mengingatkan seluruh kader agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi ekonomi global yang saat ini dinilai penuh ketidakpastian. Sebagai langkah nyata, pihaknya mengajak anggota Gerdayak memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk ditanami berbagai komoditas pangan.
Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga sekaligus bentuk antisipasi terhadap kemungkinan dampak perlambatan ekonomi.
“Ketahanan pangan harus menjadi perhatian bersama. Dengan memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam, kita dapat memperkuat kemandirian dan kesiapan menghadapi berbagai situasi ke depan,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri