PELATIHAN - Kegiatan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi jenjang 7 di aula Dinas PUPR Kabupaten Barito Selatan. Foto : istimewa
BUNTOK, TOVMEDIA.CO.ID – Kegiatan Sertifikasi Kompetensi Kerja Konstruksi Jenjang 7 Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) bekerja sama dengan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat antusiasme tinggi dari peserta di berbagai daerah.
Kabid Bina Jasa Konstruksi Dinas PUPR Barsel, Hawinu, mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar di Aula Bappeda Barsel tersebut diikuti oleh peserta dari empat kabupaten, yaitu Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara, dan Murung Raya.
“Kegiatan sertifikasi kompetensi kerja konstruksi jenjang 7 ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Selasa 12 Agustus hingga Kamis 14 Agustus 2025, dan diikuti peserta dari empat kabupaten di wilayah Kalimantan Tengah bagian barat,” ujar Hawinu.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan tenaga kerja konstruksi yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
“Pembinaan tenaga kerja terampil konstruksi jenjang 1 sampai 6 merupakan kewenangan kabupaten, sedangkan untuk tenaga ahli konstruksi jenjang 7 sampai 9 menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” jelasnya.
Hawinu menambahkan, sinergi antara Dinas PUPR Barsel dan Dinas PUPR Provinsi Kalteng dalam kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.
“Kolaborasi ini penting agar tenaga ahli konstruksi di daerah dapat memiliki sertifikat kompetensi kerja yang diakui secara nasional, sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan sertifikasi ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar seluruh tenaga kerja konstruksi di Kalimantan Tengah, khususnya di Barsel, memiliki sertifikat dan mampu bersaing secara profesional.
“Melalui sertifikasi ini, kita ingin memastikan tenaga kerja konstruksi di daerah memiliki kemampuan teknis, etika kerja, dan kompetensi sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” tutupnya.
Editor : Frans Dodie