SENTRA UMKM – Ketua FISDAWAN DPRD Kalteng Ny. Apristini Arton S. Dohong bersama rombongan saat mengunjungi Sentra UMKM Purun Alfirdaus di Banjarbaru. Foto : istimewa
BANJARBARU, TOVMEDIA.CO.ID – Forum Istri Anggota DPRD (FISDAWAN) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mempelajari pengembangan kerajinan berbahan dasar purun sebagai salah satu upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Sentra UMKM Purun Alfirdaus di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (20/8/2026).
Kunjungan dipimpin langsung Ketua FISDAWAN DPRD Kalteng, Ny. Apristini Arton S. Dohong. Rombongan melihat secara langsung proses pemanfaatan tanaman purun hingga menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual.
Purun merupakan tanaman yang banyak tumbuh di kawasan rawa dan lahan basah Kalimantan. Tanaman tersebut selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber penghasilan.
Di Sentra UMKM Purun Alfirdaus, tanaman purun diolah menjadi berbagai produk kreatif. Di antaranya tas, sandal, wadah, serta beragam kerajinan anyaman untuk kebutuhan rumah tangga.
Ny. Apristini Arton S. Dohong mengapresiasi kreativitas para pelaku UMKM dalam mengembangkan potensi bahan alam menjadi produk bernilai ekonomi.
Menurutnya, Kalimantan Tengah memiliki karakteristik wilayah yang hampir serupa dengan Kalimantan Selatan. Karena itu, pengembangan kerajinan purun dinilai memiliki peluang untuk diterapkan di sejumlah daerah di Kalteng.
“Pengalaman yang kami dapatkan di sini bisa menjadi pembelajaran untuk dikembangkan di Kalimantan Tengah, terutama dalam memberdayakan masyarakat dan pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia menilai pemanfaatan purun memiliki manfaat ganda bagi masyarakat. Selain menghasilkan produk bernilai jual, kerajinan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi penggunaan bahan berbasis plastik.
Pengembangan UMKM berbahan purun juga dinilai mampu membuka peluang usaha bagi perempuan dan ibu rumah tangga. Kegiatan produksi dapat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan masyarakat.
FISDAWAN DPRD Kalteng berharap pengalaman dari kunjungan tersebut dapat menjadi bahan untuk mendorong pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal di daerah.
Editor : Frans Dodie