Anggota DPRD Kalteng, Sirajul Rahman.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Tengah mempelajari pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Tanah Laut.
Hal itu dilakukan melalui kunjungan kerja ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Sirajul Rahman, mengatakan program RTLH di Tanah Laut menggunakan Data Tunggal Sasaran Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pendataan dilakukan secara kolaboratif melalui Musrenbang, pokok pikiran dewan, hingga usulan dari pemerintah desa.
“Data dikunci secara by name by address melalui SK H-1 tahun pelaksanaan,” ujar Sirajul di DPRD Kalteng, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, usulan mendadak tetap dapat diakomodasi melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau Dinas Sosial.
Sirajul menjelaskan, bantuan RTLH di Tanah Laut saat ini mencapai Rp25 juta untuk setiap unit rumah.
Dana tersebut difokuskan untuk memperbaiki tiga komponen utama rumah, yakni atap, lantai, dan dinding atau dikenal dengan istilah Aladin.
Pengerjaan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat dengan dukungan TNI dan Polri tanpa melibatkan kontraktor pihak ketiga.
Ia menilai pola tersebut mampu mendorong keterlibatan masyarakat sekaligus meningkatkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Untuk menjaga kualitas pekerjaan, Tim Fungsional Lapangan (TFL) melakukan pengawasan secara langsung di setiap lokasi RTLH.
TFL tersebut telah mengantongi Surat Keputusan (SK) Bupati sehingga memiliki dasar dalam melakukan pengawasan program.
Sirajul menilai sistem pendataan, pola swadaya, dan pengawasan tersebut dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Model ini bisa menjadi referensi strategis, khususnya dalam pengintegrasian program perumahan dengan sanitasi dan penanganan stunting,” katanya.
Ia juga menyoroti rencana peningkatan anggaran RTLH di Tanah Laut menjadi Rp38 juta per unit pada 2026.
Program tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan pembangunan sanitasi serta upaya pengentasan stunting.
Menurut Sirajul, integrasi program dapat membuat bantuan RTLH tidak hanya memperbaiki kondisi rumah, tetapi juga meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Editor : Frans Dodie