Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah dinilai semakin mengkhawatirkan. Barang terlarang tersebut kini tidak hanya beredar di perkotaan, tetapi mulai menyasar desa.
Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, meminta masyarakat di desa tidak lengah terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, anggapan bahwa desa lebih aman dari peredaran narkoba harus dihilangkan. Perkembangan jaringan peredaran narkoba menunjukkan bahwa barang terlarang tersebut dapat masuk ke berbagai lingkungan masyarakat.
“Jangan dianggap mereka di desa lalu tidak tahu apa-apa, justru di sana itu juga berkembang dan marak,” ujar Siti Nafsiah, Jumat (10/7/2026).
Ia mengatakan, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan kerja aparat penegak hukum. Pencegahan juga harus diperkuat melalui edukasi kepada masyarakat.
Edukasi mengenai bahaya narkoba, lanjutnya, perlu dilakukan secara rutin di lingkungan desa, sekolah, keluarga, dan tempat kerja. Langkah ini penting agar masyarakat memahami dampak buruk penyalahgunaan narkoba.
“Edukasi dan pemahaman mengenai bahaya narkoba harus terus diperluas, baik di lingkungan desa, sekolah maupun tempat kerja,” katanya.
Siti Nafsiah juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalam mencegah peredaran narkoba. Pemerintah daerah, kepolisian, BNN, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat harus bersinergi.
Menurutnya, tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada warga sekaligus memperkuat nilai-nilai sosial dan aturan adat sebagai bagian dari pencegahan.
“Termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama, supaya mengoptimalkan aturan-aturan adat setempat sebagai benteng moral bangsa,” tuturnya.
Selain pencegahan, ia meminta pemerintah daerah memberikan dukungan kepada aparat yang bertugas memberantas narkoba di lapangan.
Dukungan tersebut meliputi perlengkapan, pelatihan, serta kebutuhan operasional. Dengan dukungan yang memadai, aparat diharapkan dapat menjalankan tugas secara maksimal.
“Memastikan aparat yang kita tugasi di lapangan itu memiliki perlengkapan, sudah terlatih, lalu mendapat dukungan penuh dari daerah,” tegasnya.
Siti Nafsiah juga menyoroti pentingnya melindungi anak-anak dari ancaman narkoba. Menurutnya, sosialisasi tidak boleh hanya menyasar pelajar SMA dan mahasiswa.
Siswa SD dan SMP juga perlu mendapatkan edukasi sejak dini. Langkah tersebut penting karena peredaran narkoba dapat menyasar berbagai kelompok usia.
“Anak-anak setara SD dan SMP itu juga harus menjadi target utama sosialisasi. Karena peredaran ini tidak pandang bulu,” ucapnya.
Editor : Frans Dodie