PENGHARGAAN – Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, menerima penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Kalimantan 2026 disertai insentif senilai Rp3 miliar di Platinum Convention Hall, Selasa (5/5/2026). Foto : istimewa
BALIKPAPAN, TOVMEDIA.CO.ID – Kabupaten Barito Utara kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional. Daerah ini berhasil meraih peringkat 1 kategori penurunan tingkat pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan.
Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program strategis, terutama yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Barito Utara, H Shalahuddin, menerima langsung penghargaan tersebut yang digelar di Platinum Convention and Hall, Selasa (5/5/2026). Selain trofi penghargaan, Barito Utara juga memperoleh insentif sebesar Rp3 miliar sebagai bentuk apresiasi atas capaian tersebut.
Bupati Shalahuddin menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mengimplementasikan kebijakan yang tepat sasaran di lapangan.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti bahwa program penanganan pengangguran yang kami jalankan memberikan dampak nyata. Ke depan, kami akan memperkuat program berbasis kebutuhan tenaga kerja serta peningkatan keterampilan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut didampingi Wakil Bupati Felix Sonadi Y Tingan. Keduanya juga berdiskusi dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Cheka Virgowansyah, terkait penguatan kebijakan daerah.
Sejumlah kepala daerah juga hadir dalam forum tersebut, di antaranya Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin serta para bupati dari berbagai wilayah di Kalimantan.
Acara penghargaan tersebut berlangsung di Platinum Convention and Hall.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini melalui perluasan peluang kerja, peningkatan investasi daerah, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa pendekatan berbasis program konkret dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menekan angka pengangguran secara berkelanjutan di daerah.
Editor : Frans Dodie