Anggota DPRD Kapuas, Sera Sintanola
AspKUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Masyarakat Desa Saka Binjai mendesak pemerintah daerah segera meningkatkan infrastruktur dan fasilitas pelayanan publik yang mereka nilai mendesak.
Aspirasi tersebut mereka sampaikan langsung dalam pertemuan bersama anggota DPRD Kapuas, Sera Sintanola. Warga berharap, usulan ini tidak hanya dicatat, tetapi juga ditindaklanjuti dengan cepat.
Sebagai penegasan, Sera menjelaskan bahwa masyarakat menginginkan percepatan pembangunan karena kondisi infrastruktur saat ini sudah menghambat aktivitas harian. Selain itu, warga menilai pemerintah harus memberikan perhatian lebih pada desa yang jauh dari pusat pelayanan. Aspirasi yang disampaikan dinilai mewakili kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami menerima banyak keluhan terkait jalan rusak, fasilitas kesehatan yang terbatas, hingga sarana keagamaan yang perlu pembenahan,” ujar Sera, Jumat (21/11/2025).
Dalam usulan utama, warga meminta pengaspalan jalan poros penghubung RT 1, RT 2, dan RT 4 yang kondisinya rusak berat. Jalan itu sering tergenang air sehingga memperlambat mobilitas masyarakat, terutama saat membawa hasil panen dan mengantar anak sekolah. Dengan kondisi tersebut, warga menilai pembangunan jalan menjadi kebutuhan paling mendesak.
Selain itu, masyarakat juga mengajukan pembangunan 10 unit rumah dinas tenaga kesehatan untuk UPTD Puskesmas Palingkau. Mereka menilai fasilitas tempat tinggal yang layak akan membuat tenaga kesehatan lebih nyaman bertugas. Dengan adanya dukungan tersebut, layanan kesehatan di desa diharapkan meningkat secara signifikan.
Warga pun turut mengusulkan hibah untuk pembangunan dan rehabilitasi Masjid Al-Hidayah. Penguatan fasilitas keagamaan dianggap penting karena aktivitas ibadah menjadi pusat pembinaan moral masyarakat. Dengan masjid yang layak, kegiatan keagamaan dapat berjalan lebih nyaman dan teratur.
Sera Sintanola menegaskan, semua aspirasi tersebut merupakan kebutuhan dasar yang harus diperjuangkan melalui mekanisme anggaran daerah. Ia berkomitmen untuk terus turun ke lapangan dan mendengar langsung suara masyarakat. Dengan komunikasi aktif, ia berharap usulan pembangunan dapat lebih tepat sasaran.
Editor: Frans Dodie