ilustrasi
JAKARTA, TOVMEDIA.CO.ID – Nilai tukar rupiah melemah tajam pada perdagangan Senin (26/10/2026). Kurs rupiah di pasar spot turun Rp55 atau 0,30 persen menjadi Rp18.135 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang domestik masih berlanjut pada awal pekan ini. Rupiah bergerak melemah di tengah kebutuhan dolar AS yang meningkat menjelang akhir bulan.
Sejalan dengan pasar spot, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga mengalami penurunan.
Kurs Jisdor tercatat melemah Rp47 atau 0,26 persen menjadi Rp18.116 per dolar AS pada perdagangan Senin.
Pergerakan kedua kurs tersebut menunjukkan rupiah berada dalam tekanan terhadap dolar AS. Pelemahan ini menjadi perhatian di tengah dinamika permintaan dan penawaran valuta asing di pasar keuangan.
Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Pemantauan tersebut dilakukan dengan memperhatikan pergerakan permintaan dan penawaran dolar AS.
Menjelang akhir bulan, kebutuhan dolar AS biasanya meningkat untuk memenuhi berbagai kewajiban pembayaran. Kondisi tersebut dapat menambah tekanan terhadap rupiah ketika permintaan valuta asing menguat.
Dengan perkembangan ini, pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi oleh dinamika pasar valuta asing, terutama keseimbangan permintaan dan penawaran dolar AS.
Editor : Frans Dodie
