Gerakan Aliansi Rakyat Dayak (Garda) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Kalteng, menyerukan persatuan dan mengajak masyarakat bersama-sama mengatasi karhutla serta dampak kabut asap.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gerakan Aliansi Rakyat Dayak (Garda) menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), dengan menyerukan pentingnya persatuan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak kabut asap.
Dalam aksi tersebut, Garda menyampaikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla yang dilakukan pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, Polri, dan para relawan. Masyarakat juga diajak mengambil bagian melalui langkah pencegahan kebakaran di lingkungan masing-masing.
Juru bicara aksi, Frides Mahaga, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.
“Kita sesuai dengan kemampuan dan keadaan kita, kita ajak kelompok masyarakat minimal menjaga di wilayah kita. Untuk hal yang besar, pemerintah sudah bekerja sama melaksanakan kegiatan untuk menanggulangi ini,” ujar Frides di sela-sela aksi damai.
Menurutnya, masyarakat tidak harus menunggu untuk terlibat dalam penanganan karhutla. Upaya sederhana, seperti menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api, dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kebakaran.
Frides juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan positif dengan mengirimkan sejumlah bahan yang dibutuhkan untuk mendukung penanggulangan karhutla di Kalimantan Tengah.
Selain menyerukan persatuan, Garda turut menanggapi aksi kelompok masyarakat sebelumnya yang mendesak peningkatan penanganan karhutla kepada Gubernur Kalteng Agustiar Sabran.
Frides menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat. Namun, ia mengajak semua pihak agar menyampaikan pendapat dengan mengedepankan kedamaian dan tidak melakukan tindakan anarkis.
“Kami tidak melarang, justru kami ingin mengajak mereka untuk bersama-sama bergandengan tangan mengatasi hal ini dan tolong mereka dalam menyampaikan pendapat tidak dengan cara arogan dan anarkis,” tegasnya.
Garda berharap perbedaan pandangan tidak menjadi penghalang bagi seluruh elemen masyarakat untuk bekerja sama menghadapi karhutla. Menurut mereka, dukungan terhadap upaya penanganan bencana perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam pencegahan kebakaran maupun membantu menjaga lingkungan.
Melalui aksi damai tersebut, Garda mengajak masyarakat Kalteng memperkuat solidaritas dan bergandengan tangan menghadapi karhutla. Sebab, persoalan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan kepedulian serta partisipasi seluruh masyarakat.
Penulis : Eka
Editor : Frans Dodie
