Warga Kobar menyuarakan enam tuntutan warga mengenai penanganan karhutla saat menggelar aksi damai di Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Kamis (15/10/2026). Foto Ist
PANGKALAN BUN, TOVMEDIA.CO.ID — Kepala Desa Lalang, Alfan, menyampaikan enam tuntutan warga dan komunitas relawan terkait penanganan karhutla di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Ia menyuarakan aspirasi tersebut saat melangsungkan aksi damai di kawasan Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Kamis (15/10/2026).
Pertama, warga mendesak pemerintah pusat segera menetapkan status darurat bencana nasional karhutla. Alfan menilai, amukan api dan pekatnya kabut asap kini mengancam kesehatan serta kehidupan masyarakat di berbagai wilayah.
Kedua, warga meminta pemerintah mengerahkan helikopter water bombing untuk menggempur titik api prioritas. Langkah udara ini menjadi solusi mutlak karena tim darat menghadapi medan ekstrem yang sulit menembus lokasi kebakaran.
Ketiga, Alfan menuntut pemerintah pusat segera mengucurkan bantuan cepat dan tepat sasaran. Bantuan tersebut harus menyasar warga yang menderita gangguan kesehatan, kehilangan mata pencaharian, serta mengalami hambatan dalam menjalankan aktivitas harian.
“Kami mendesak pemerintah pusat untuk segera menyalurkan bantuan nyata, cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak kebakaran hutan, khususnya warga yang terpapar kabut asap, mengalami gangguan kesehatan, kehilangan mata pencaharian serta terganggu aktivitas dan kebutuhan hidup sehari-harinya,” tegas Alfan.
Keempat, ia memohon pemerintah memberikan perhatian layak kepada relawan peduli api. Para relawan terus mempertaruhkan keselamatan di tengah kepulan asap dan panas ekstrem demi melindungi pemukiman warga.
Kelima, warga meminta aparat menindak tegas para pelaku pembakaran, termasuk mencabut izin operasi korporasi yang terbukti melanggar hukum. Aparat penegak hukum juga wajib mengawasi area bekas kebakaran guna mengantisipasi pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan lahan secara ilegal.
Keenam, Alfan mendorong pemerintah menyusun program penghijauan dan pemulihan ekosistem secara berkelanjutan dengan menggandeng warga setempat.
“Kalaupun memang ada modus dan sebagainya, harapan kita lahan hutan yang terbakar ini mari kita reboisasi kembali, kita hijaukan kembali bagaimanapun caranya, selalu melibatkan masyarakat setempat,” tambah Alfan.
Ia mengingatkan, warga pedesaan telah menanggung beban amat berat akibat bencana asap ini. Warga kini menanti langkah nyata pemerintah pusat di lapangan.
“Harapan kami, masyarakat yang terdampak hari ini, tolonglah negara hadir di tengah-tengah kita. Kita di pinggiran, kita dari desa-desa ini sudah merasakan keresahan yang luar biasa, tapi belum ada bantuan yang turun yang memang menyentuh langsung kepada masyarakat,” pungkasi Alfan.
Editor: Frans Dodie*
