Sekda Gumas Richard menekankan pentingnya persiapan sejak dini untuk menghadapi penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2027, Rabu (14/10/2026).
KUALA KURUN, TOVMEDIA.CO.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Richard, meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan mulai mempersiapkan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) 2027 sejak dini., Persiapan tersebut perlu dilakukan secara terencana, disertai pembagian tugas yang jelas, koordinasi lintas sektor, serta kelengkapan data dan dokumentasi.
Richard yang juga menjabat Ketua Tim Pembina Kabupaten Gunung Mas Sehat menegaskan, waktu menuju penilaian 2027 perlu dimanfaatkan secara optimal agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi sesuai ketentuan.
“Waktu menuju penilaian tahun 2027 tidak terlalu panjang, sehingga persiapan dan pelengkapan perlu kita mulai dari sekarang, dengan pembagian tugas yang jelas dan jadwal yang kita sepakati bersama,” kata Richard, Rabu (14/10/2026).
Ia menekankan, program Kabupaten Gunung Mas Sehat tidak boleh hanya dijalankan menjelang penilaian. Program tersebut harus menjadi kegiatan berkelanjutan yang melibatkan berbagai unsur pemerintahan hingga tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
Menurut Richard, penghargaan Swasti Saba merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan pelaksanaan program kesehatan yang nyata serta dapat dibuktikan. Karena itu, keberhasilan tidak cukup hanya ditunjukkan melalui dokumen administrasi, tetapi harus didukung kegiatan yang benar-benar terlaksana di lapangan.
Hingga 2026, terdapat sembilan tatanan dengan 136 indikator yang perlu dipenuhi oleh perangkat daerah terkait. Seluruh perangkat daerah diminta mengambil peran, baik sebagai penanggung jawab maupun pendukung, melalui pendampingan kecamatan dan desa, pemenuhan administrasi, serta koordinasi penyediaan data dan dokumentasi.
Richard juga meminta Forum Kabupaten Sehat dan kelompok kerja (Pokja) di tingkat kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan lebih aktif menjalankan tugasnya. Para camat diminta memastikan kelembagaan tersebut terbentuk, melaksanakan rapat rutin, mengoordinasikan kegiatan hingga tingkat RT/RW, serta menyampaikan laporan tepat waktu.
Sebagai bahan pembelajaran, Richard mengajak seluruh pihak mempelajari pengalaman Kota Tangerang yang telah tujuh kali meraih penghargaan Swasti Saba tingkat nasional. Daerah tersebut dinilai dapat menjadi referensi dalam memperkuat koordinasi kelembagaan dan pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Selain itu, ia meminta penguatan kelembagaan dan pemenuhan persyaratan Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan dioptimalkan mulai dari tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan kelurahan. Richard berharap persiapan yang matang, dukungan lintas sektor, serta pelaksanaan program yang terukur dapat meningkatkan kesiapan Kabupaten Gunung Mas menghadapi penilaian KKS 2027.
Penulis : Eka
Editor : Frans Dodie
