Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memantau penanganan karhutla di kawasan rehabilitasi orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya. Foto Ist
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani karhutla. Pada saat bersamaan, ia menjamin perlindungan ekstra bagi personel dan relawan yang berjuang di garis depan pemadaman.
Agustiar menegaskan hal itu saat mendampingi Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau kawasan rehabilitasi orangutan Nyaru Menteng, Palangka Raya, Selasa (13/10/2026).
Menurut Agustiar, tim pemadam tidak boleh sekadar berfokus pada pemadaman api. Pemerintah daerah harus meredam dampak asap yang mengganggu kesehatan warga, keselamatan publik, serta kelestarian satwa liar.
“Dampak karhutla ini mencakup keselamatan dan kesehatan masyarakat. Pemprov Kalteng menggandeng pemkab/pemko se-Kalteng untuk menyiapkan rumah oksigen, layanan kesehatan, pembagian vitamin, hingga bantuan logistik pangan dan air bersih,” ujar Agustiar.
Sebagai bentuk perhatian atas risiko tinggi para petugas di lapangan, Pemprov Kalteng menyiapkan asuransi khusus bagi para pejuang karhutla.
“Kami memberikan asuransi bagi para pejuang karhutla yang bertindak langsung di lapangan,” tegasnya.
Agustiar menyambut baik kehadiran Menhut di Kalteng. Langkah ini memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait.
Ia meminta seluruh pihak menggunakan data lapangan yang akurat sebagai dasar evaluasi. Pengalaman menghadapi fenomena El Nino pada 1997, 2006, dan 2015 menjadi pelajaran penting untuk mengantisipasi lonjakan titik api saat ini.
Untuk penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Seruyan dan Kotawaringin Barat, Pemprov Kalteng terus mengirim bantuan logistik dan memperkuat personel pemadam.
“Kami bergerak langsung ke lokasi untuk mengirim bantuan dan memperkuat personel. Kami menjaga sinergi bersama TNI, Polri, serta pemerintah kabupaten setempat,” katanya.
Ancaman terhadap Satwa Liar
Dalam kesempatan yang sama, Menhut Raja Juli Antoni menyoroti ancaman kabut asap terhadap kelangsungan hidup satwa liar, khususnya orangutan.
“Kita menaruh keprihatinan tidak hanya kepada rakyat yang menderita ISPA, tetapi juga kepada makhluk hidup lain yang tidak bisa berteriak minta tolong,” ujar Raja Juli.
Kementerian Kehutanan terus menggandeng Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Nyaru Menteng dan Orangutan Foundation International (OFI) di Pangkalan Bun.
Tim gabungan meningkatkan patroli, menyiagakan tim medis, serta menyediakan tabung oksigen dan nebulizer untuk membantu orangutan yang terpapar asap. Petugas memasok peralatan pemadam dan memelihara daya listrik agar sistem sprinkler terus menyiram kawasan rehabilitasi secara optimal.
Di Taman Nasional Tanjung Puting, koordinasi lintas instansi berhasil menahan pergerakan api agar tidak menembus zona inti konservasi.
“Kami terus mengejar kepala api yang mengarah ke sana agar tidak merusak keanekaragaman hayati dan habitat orangutan,” pungkas Raja Juli.
Editor: Frans Dodie*
