Diduga Peras Ketua PWI Kotim, Dua Pria Diamankan Polisi di Sampit, Sabtu (10/10/2026)
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Dua pria berinisial J dan adiknya diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pemerasan terhadap Siti Fauziah, pengusaha pangkalan LPG subsidi yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (10/10/2026).
Dugaan pemerasan tersebut disebut berkaitan dengan pemberitaan mengenai pangkalan LPG 3 kilogram milik Siti Fauziah yang dikelola melalui PT Mathilda Jamrud Narang di Kecamatan Baamang, Sampit.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelumnya kedua pria tersebut menulis artikel yang menyoroti penyaluran LPG subsidi di pangkalan itu. Artikel tersebut juga mempersoalkan tidak adanya papan nama yang terpasang di lokasi.
Siti Fauziah mengungkapkan, salah seorang dari kedua pria itu sempat menghubunginya pada malam sebelum kejadian. Namun, karena merasa emosi, ia memilih memblokir kontak tersebut.
“Tadi malam mereka ada menghubungi saya, namun karena saya emosi, saya blokir kontaknya,” ujar Siti Fauziah.
Menurut Siti Fauziah, kedua pria tersebut kemudian kembali mendatangi pangkalannya dan meminta sejumlah uang. Ia mengaku nominal yang diminta sempat mencapai ratusan juta rupiah, kemudian berubah menjadi Rp10 juta hingga Rp3 juta.
Siti Fauziah mengatakan, dirinya akhirnya menyerahkan uang sebesar Rp1 juta yang disimpan dalam amplop putih. Uang tersebut, menurut keterangannya, diterima oleh J.
“Awalnya diminta ratusan juta, lalu berubah jadi Rp10 juta, kemudian Rp3 juta. Lalu saya kasih uang Rp1 juta yang disimpan dalam amplop berwarna putih, dan diterima oleh J,” ungkapnya.
Tidak lama setelah penyerahan uang tersebut, tim gabungan yang terdiri dari Tim Macan Resmob, Intelkam Polres Kotim, dan Intelmob mendatangi lokasi dan mengamankan kedua pria itu. Situasi sempat diwarnai perlawanan sehingga menarik perhatian warga sekitar.
Kedua pria tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Kotim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penangkapan, dugaan pemerasan, maupun status hukum kedua pria tersebut. Konfirmasi kepolisian masih diperlukan untuk memastikan kronologi dan perkembangan penanganan perkara ini.
Penulis : Eka
Editor Frans Dodie
