Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Nenie Adriati Lambung menegaskan bahwa wakil rakyat harus hadir secara nyata di tengah masyarakat.
Ia menilai bahwa peran anggota dewan tidak hanya terbatas pada pembahasan kebijakan di ruang sidang, melainkan juga harus aktif menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di lapangan.
“Sebagai wakil rakyat, kita tidak bisa hanya menerima laporan dari jauh. Kita harus datang, mendengarkan langsung keluhan masyarakat, dan merasakan apa yang mereka alami,” kata Nenie, belum lama ini.
Menurut politisi dari PDI-Perjuangan ini, pendekatan langsung menjadi kunci untuk memahami akar persoalan yang dihadapi warga. Dengan begitu, setiap kebijakan yang disusun akan lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.
“Jika kita memahami masalahnya dari sumber utamanya, maka solusi yang ditawarkan pun akan lebih relevan. Kebijakan tidak boleh dibuat hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus berdasarkan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Nenie juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja anggota dewan. Ia menyebut, ketika warga merasa didengar dan dilibatkan, maka kepercayaan terhadap lembaga legislatif akan meningkat secara alami.
“Kepercayaan itu tidak bisa dibangun dari belakang meja. Kita harus turun, hadir, dan menunjukkan bahwa kita benar-benar bekerja untuk mereka,” tegasnya.
Lebih jauh, Nenie mengajak seluruh anggota DPRD Kota Palangka Raya untuk lebih aktif dan peduli dalam menjalankan tugasnya.
Menurutnya, menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab moral seorang wakil rakyat.
“Maka dari itu, setiap kebijakan yang kita buat harus selalu berpihak pada kepentingan rakyat. Konstituen tentu berharap besar agar kita benar-benar menjalankan fungsi kita dengan maksimal,” pungkasnya. (red)