Bupati Gunung Mas Jaya S Monong bersama Sekda Gunung Mas Richard saat membahas penanganan karhutla, Selasa (1/9/2026).
GUNUNG MAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas menaikkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Siaga 2 menjadi Tanggap Darurat, terhitung 1 hingga 30 September 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan karhutla, kualitas udara, jumlah titik panas (hotspot), dampak terhadap kesehatan masyarakat hingga kondisi jarak pandang di wilayah Gunung Mas.
Bupati Gunung Mas Jaya S Monong mengatakan, berdasarkan data dan hasil pembahasan, risiko bencana karhutla di wilayah Gunung Mas saat ini berada pada kategori tinggi.
“Kondisi karhutla, kualitas udara, jumlah titik panas, dampak terhadap kesehatan masyarakat hingga kondisi jarak pandang menjadi pertimbangan,” kata Jaya, Selasa (1/9/2026).
Kondisi tersebut semakin perlu diwaspadai karena prakiraan cuaca September 2026 menunjukkan curah hujan secara umum berada pada kategori rendah dengan sifat hujan bawah normal. Situasi ini berpotensi meningkatkan ancaman karhutla.
Data periode Januari hingga 30 Agustus 2026 juga menunjukkan peningkatan drastis jumlah hotspot pada Agustus. Jumlah kejadian karhutla turut mengalami kenaikan signifikan pada periode yang sama.
Menghadapi kondisi tersebut, Jaya meminta seluruh perangkat daerah memperkuat upaya pencegahan dan penanganan agar karhutla tidak semakin meluas.
Ia menginstruksikan penggunaan alat berat untuk menangani titik panas yang tidak memiliki sumber air. Kendaraan double cabin milik pemerintah daerah juga diminta dialihkan sementara untuk mendukung operasi penanganan karhutla selama satu bulan.
“Nanti bisa kita beli tandon yang sesuai dengan ukuran mobil tersebut dan membeli mesin pompa serta selangnya,” ujarnya.
Jaya menegaskan, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan BPBD. Seluruh unsur pemerintah daerah perlu bergerak bersama untuk memperkuat personel di lapangan.
“Kita harus benar-benar bergotong royong untuk menghadapi karhutla ini. Apabila kita hanya berharap kepada BPBD, mereka sangat-sangat kewalahan dan kelelahan,” tegasnya.
Untuk menambah kekuatan di lapangan, Jaya meminta Sekretaris Daerah Kabupaten Gunung Mas Richard mengoordinasikan keterlibatan ASN yang memenuhi persyaratan agar turut membantu penanganan karhutla.
“Sekda nanti bisa dikoordinasikan agar pegawai-pegawai ASN kita yang memenuhi syarat agar bisa membantu penanganan karhutla. Kita sama-sama bahu-membahu dalam penanganan karhutla ini,” pungkasnya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Frans Dodie