Ratusan remaja dan pemuda GKE mengikuti Deklarasi Iman sebagai wujud komitmen bersama menolak dan melawan penyalahgunaan narkoba, Kamis (27/8/2026).
TEWAH, TOVMEDIA.CO.ID — Iman menjadi kekuatan bagi ratusan remaja dan pemuda se-Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Tewah untuk bersama-sama bangkit melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Semangat tersebut diwujudkan melalui Deklarasi Iman Memerangi Narkoba yang menjadi bagian dari rangkaian Porseni VI Remaja Pemuda se-Resort GKE Tewah, sekaligus dirangkaikan dengan Seminar Anti Narkoba di Gereja Hosana, Desa Batu Nyiwuh, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas, Kamis (27/8/2026).

Melalui deklarasi tersebut, para remaja dan pemuda menyatakan komitmen untuk menjaga diri, saling mengingatkan, serta menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan zat adiktif.
Kegiatan ini tidak hanya menekankan pentingnya penegakan hukum dalam memerangi narkoba, tetapi juga menguatkan peran iman, karakter, keluarga, lingkungan gereja, dan pergaulan positif sebagai benteng bagi generasi muda.

Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN), Evangelis Sadagori Henoch Binti yang akrab disapa Ririen Binti, hadir sebagai pembicara sekaligus pelayan dalam seminar tersebut. Ia mengajak generasi muda untuk menjadikan iman kepada Kristus sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai godaan dan tekanan yang dapat menjerumuskan mereka ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, diperlukan keberanian untuk mengambil keputusan yang benar, menjaga diri, serta mengajak sesama untuk bersama-sama menjauhi narkoba.

Pesan tersebut semakin kuat melalui kesaksian Amran dan Adit, mantan pengguna dan pengedar narkoba yang pernah menjalani hukuman, sebagai narapidana dalam kasus peredaran narkoba. Keduanya kini memilih meninggalkan kehidupan kelam di masa lalu dan menjalani kehidupan baru dengan mendekatkan diri kepada Kristus.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya membagikan pengalaman hidup serta perjalanan mereka hingga akhirnya berani meninggalkan narkoba. Setelah melalui proses perubahan, Amran dan Adit kini memilih mengabdikan diri sebagai pelayan Kristus.
Kesaksian tersebut menjadi pembelajaran sekaligus pengingat bagi para peserta bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan. Dengan kemauan untuk berubah, pertobatan, iman, dan dukungan lingkungan yang positif, seseorang dapat bangkit dan menjalani kehidupan yang baru.
Pesan utama dalam deklarasi itu kemudian ditegaskan melalui ikrar, “Kami memilih kecanduan kasih Kristus, bukan kecanduan zat adiktif.”
Ikrar tersebut menjadi simbol komitmen para remaja dan pemuda untuk memilih kehidupan yang sehat, bermartabat, dan dekat dengan Tuhan daripada terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ririen juga menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Gereja, keluarga, masyarakat, dan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang mampu melindungi anak-anak dan pemuda dari ancaman narkoba.
“Perang melawan narkoba adalah tanggung jawab kita bersama. Generasi muda harus berani memilih jalan kehidupan, memilih kasih Kristus, dan menolak narkoba,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Deklarasi iman itu sekaligus menjadi simbol persatuan remaja dan pemuda se-Resort GKE Tewah dalam menjaga generasi penerus dari ancaman narkoba.
Melalui Porseni VI, kegiatan olahraga, seni, pembinaan iman, dan edukasi anti narkoba dipadukan menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk bertumbuh, mempererat persaudaraan, serta membangun masa depan tanpa narkoba.
Dari Gereja Hosana, Desa Batu Nyiwuh, semangat itu digaungkan: iman menjadi kekuatan, Kristus menjadi pegangan, dan narkoba ditolak.

Dua orang perwakilan peserta Porseni yang mengikuti deklarasi iman yakni Gustri dan Sola menyampaikan tanggapannya. Keduanya mengaku mendapatkan pemahaman dan motivasi untuk semakin menjauhi narkoba serta memperkuat iman sebagai pegangan dalam kehidupan.
deklarasi tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda untuk menjaga diri dan memilih lingkungan pergaulan yang positif.
“Menurut Gustri, kegiatan ini sangat penting karena mengingatkan kami sebagai generasi muda untuk menjauhi narkoba. Kami harus berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan mengisi masa muda dengan kegiatan yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, Sola menilai kesaksian mantan pengguna dan narapidana kasus narkoba memberikan pelajaran berharga. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi gambaran nyata tentang dampak buruk narkoba terhadap kehidupan seseorang.
“Kesaksian yang kami dengarkan memberikan pelajaran bahwa narkoba bisa menghancurkan masa depan. Kami harus menjadikan iman sebagai pegangan dan saling mengingatkan agar tidak terjerumus,” katanya.
Penulis : Wiyandri
Editor : Frans Dodie