Masyarakat antusias menyaksikan Karnaval Budaya se-Kabupaten Murung Raya 2026 di Puruk Cahu, Senin (3/8/2026). Foto Ist
PURUK CAHU, TOVMEDIA.CO.ID – Ribuan warga memadati sejumlah ruas jalan di Kota Puruk Cahu, Senin (3/8/2026), untuk menyaksikan Karnaval Budaya se-Kabupaten Murung Raya Tahun 2026. Bupati Murung Raya Heriyus membuka langsung kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya tersebut.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya menggelar karnaval dengan menampilkan beragam kesenian, tradisi, busana adat, hingga kearifan lokal dari berbagai wilayah di Murung Raya.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Masyarakat berdiri di sepanjang jalur parade untuk menyaksikan peserta menampilkan kekayaan budaya daerah.
Dalam sambutannya, Heriyus mengatakan karnaval bukan sekadar agenda tahunan. Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga keberlangsungan budaya sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Murung Raya.
“Karnaval Budaya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap budaya daerah,” kata Heriyus.
Ia menilai, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya. Karena itu, pemerintah daerah mendorong kegiatan yang dapat mempertemukan masyarakat dengan seni, tradisi, dan nilai-nilai budaya lokal.
Beragam pertunjukan dalam karnaval, mulai dari tari, musik tradisional, olahraga tradisional hingga busana adat, menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Murung Raya.
Selain pelestarian budaya, Heriyus berharap kegiatan tersebut ikut mendorong perkembangan sektor pariwisata dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Pemkab Murung Raya, lanjut dia, akan terus mendukung kegiatan seni dan kebudayaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang kreatif dan berkarakter.
Melalui Karnaval Budaya 2026, pemerintah daerah berharap masyarakat semakin aktif menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Editor: Frans Dodie