Anggota Kelompok Srikandi Tanjung mengikuti pelatihan pengolahan hasil perikanan yang digelar PT Sarana Titian Permata di Desa Tanjung Rangas, Kabupaten Seruyan. Foto Ist
KUALA PEMBUANG, TOVMEDIA.CO.ID – PT Sarana Titian Permata (STP), bagian dari Wilmar Group, membantu 31 anggota Kelompok Srikandi Tanjung di Desa Tanjung Rangas, Kabupaten Seruyan, mengembangkan usaha pengolahan hasil perikanan.
STP menjalankan program tersebut melalui pelatihan dan mentoring kewirausahaan, Kegiatan berlangsung selama empat hari, 24-27 Juli 2026. Perusahaan menghadirkan tim UMKM Berkat Uhat Kayu Palangka Raya untuk mendampingi anggota kelompok mengolah, mengemas, dan memasarkan produk ikan.
Kelompok Srikandi Tanjung memanfaatkan potensi ikan lokal. Mulai dari lais, toman, sanggang, dan haruan. Melalui pelatihan, anggota kelompok mengolah komoditas tersebut menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.
“Kegiatan ini sangat membantu para ibu atau perempuan di desa kami. Mereka akhirnya memiliki keterampilan baru dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang memiliki nilai jual,” kata Sekretaris Desa Tanjung Rangas, Amalia Ridha.
Amalia berharap, Kelompok Srikandi Tanjung mampu mengembangkan usaha secara mandiri. Sehingga mereka menghasilkan produk unggulan desa yang dapat mendukung ekonomi keluarga.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengolahan Dinas Perikanan Kabupaten Seruyan, M Fahruraji, mengapresiasi program pemberdayaan tersebut. Ia menilai, dukungan perusahaan dapat memperkuat pengembangan usaha pengolahan hasil perikanan di wilayah itu.
“Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin antara PT STP dengan masyarakat Desa Tanjung Rangas dapat terus berlanjut. Ini demi mewujudkan sektor perikanan yang maju, mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Seruyan,” ujarnya.
Di tempat yang sama, CSR Manager PT STP, Widiyanto, mengatakan, perusahaan ingin membantu masyarakat mengembangkan potensi perikanan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Melalui dukungan pelatihan ini kami ingin membantu kelompok mampu mengolah hasil perikanan. Sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar,” katanya.
Editor: Frans Dodie*