Komitmen bersama DAD Katingan, Batamad, dan GDAN memperkuat gerakan melawan narkoba demi menyelamatkan generasi, di Betang Hapakat, Palangka Raya, Kamis (6/8/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID — Komitmen bersama dalam memerangi peredaran narkoba di Kalimantan Tengah terus diperkuat. Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Katingan bersama Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) menyatakan dukungan terhadap Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) untuk membangun gerakan yang lebih luas hingga ke tingkat masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan yang digelar di Betang Hapakat, Kota Palangka Raya, Kamis (6/8/2026). Pertemuan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara unsur masyarakat adat dan GDAN dalam upaya mencegah serta memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
Ketua Dewan Harian Adat Dayak Kabupaten Katingan, M. Zainal, mengatakan pihaknya menyambut baik koordinasi dan kolaborasi tersebut. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya organisasi atau aparat penegak hukum.
“Kami dari Dewan Adat Dayak Kabupaten Katingan sangat mendukung upaya ini,” kata M. Zainal.
Ia berharap pemerintah, pihak swasta, serta masyarakat turut mengambil peran sebagai bentuk kepedulian dalam menyelamatkan generasi dari ancaman narkoba.
Zainal juga mendorong agar gerakan antinarkoba dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang didukung seluruh lapisan masyarakat. Ia menegaskan DAD Katingan siap mendukung proses hukum terkait kasus narkoba di Tumbang Kalemei dan mengawal proses tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Ketua GDAN, Ririen Binti, menyambut positif dukungan DAD Kabupaten Katingan. Ia menilai keterlibatan masyarakat adat memiliki peran penting dalam memperluas gerakan pencegahan narkoba hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Ririen juga menyinggung peristiwa di Tumbang Kalemei yang menurutnya menjadi duka sekaligus pengingat pentingnya memperkuat perjuangan melawan narkoba.
“Dengan gugurnya tiga pahlawan kemanusiaan ketika sedang melaksanakan tugas mereka untuk memerangi narkoba, ini adalah pemicu dan penguat bagi kita semua untuk bersama-sama memerangi narkoba,” ujarnya.
Menurut Ririen, kekuatan utama dalam menghadapi narkoba adalah kebersamaan. Ia berharap sinergi dengan DAD dapat mendorong terbentuknya gerakan GDAN di Kabupaten Katingan sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih masif.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Batamad Kabupaten Katingan, Ronald Valentino. Ia menegaskan Batamad mendukung langkah DAD Katingan bersama GDAN dalam memperkuat gerakan antinarkoba.
Ronald berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi langkah konkret untuk menekan dampak narkoba, khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah maju agar masyarakat adat, khususnya generasi Dayak Kabupaten Katingan, sadar terhadap bahaya narkotika,” katanya.
Kolaborasi DAD, Batamad dan GDAN tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama di tengah masyarakat. Semangat yang dibangun adalah menyatukan kekuatan untuk mencegah narkoba sekaligus melindungi generasi muda dan masa depan masyarakat di Kalimantan Tengah.
Bersatu melawan narkoba, menyelamatkan generasi, menjaga masa depan.
Penulis : Wiyandri