PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) di Kalteng terus menunjukkan tren positif hingga Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalteng mencatat aset BPR dan BPRS tumbuh 34,15 persen secara tahunan menjadi Rp2,57 triliun.
Pertumbuhan tersebut diikuti peningkatan dana pihak ketiga (DPK) dan penurunan rasio kredit bermasalah, sehingga memperkuat peran BPR dan BPRS dalam mendukung pembiayaan masyarakat serta pelaku usaha di daerah.
OJK mencatat aset BPR dan BPRS meningkat Rp654,88 miliar dari Rp1,92 triliun menjadi Rp2,57 triliun. DPK juga melonjak 70,43 persen dari Rp830 miliar menjadi Rp1,42 triliun.
Sementara itu, penyaluran kredit atau pembiayaan naik 3,25 persen dari Rp1,27 triliun menjadi Rp1,31 triliun. Pada saat yang sama, rasio kredit bermasalah (NPL/NPF) turun dari 7,16 persen menjadi 5,78 persen.
“Capaian tersebut menunjukkan ketahanan BPR dan BPRS tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global,” kata Kepala OJK Kalteng Primandanu Febriyan Aziz, Selasa (30/6/2026).
OJK Kalteng juga memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh lembaga jasa keuangan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat.
Editor: Frans Dodie*