Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, memberikan sambutan saat meresmikan Community Ekraf Kapuas di kawasan GOR Panunjung Tarung, Kuala Kapuas, Sabtu (27/6/2026) malam. Foto Ist
KUALA KAPUAS, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kapuas resmi membuka Community Ekraf Kapuas (CEK) di kawasan GOR Panunjung Tarung, Jalan Patih Rumbih, Kuala Kapuas, Sabtu (27/6/2026) malam. Pemerintah daerah menyiapkan kawasan tersebut sebagai pusat ekonomi kreatif, sentra kuliner, sekaligus destinasi wisata buatan yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, mengatakan, pembukaan Community Ekraf Kapuas menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif melalui pemberdayaan pelaku UMKM.
“Peresmian ini menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif,” kata Wiyatno saat membuka Community Ekraf Kapuas.
Wiyatno menjelaskan, Pemkab Kapuas terus memperluas ruang usaha bagi pelaku UMKM dengan memanfaatkan berbagai fasilitas publik. Saat ini, pemerintah telah menyediakan sejumlah lokasi usaha, seperti kawasan Simpang Adipura, area parkir Masjid At-Taqwa, taman kota, halaman Dinas Pendidikan, hingga kawasan Disprindagkop UKM yang setiap malam ramai dikunjungi masyarakat.
Selanjutnya, pemerintah akan menambah ruang usaha setelah pembangunan Waterfront City selesai. Kawasan tersebut akan membuka lebih banyak peluang bagi pelaku UMKM, khususnya generasi muda yang bergerak di sektor ekonomi kreatif.
“Kami ingin ruang-ruang publik di Kabupaten Kapuas benar-benar hidup dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Semakin banyak tempat usaha yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya.
Kawasan Ekonomi Kreatif
Selain itu, pemerintah juga merencanakan pelebaran jalan di kawasan GOR Panunjung Tarung agar area UMKM terhubung hingga Jalan Jawa. Pada perubahan anggaran tahun ini, pemerintah juga mengagendakan pembangunan Taman Adhyaksa di sudut Jalan Keruing dan Jalan Jawa sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan.
Tidak hanya itu, Pemkab Kapuas juga akan mengembangkan sejumlah ruang publik lainnya, termasuk Taman Raja Bunu yang nantinya menjadi kawasan usaha berbasis kontainer. Pemerintah berharap, kawasan tersebut menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi kreatif.
Wiyatno juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah memanfaatkan halaman kantor yang memungkinkan sebagai lokasi kegiatan UMKM. Menurutnya, langkah itu menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah dalam membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Saya berharap halaman-halaman kantor pemerintah yang memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM. Semakin banyak ruang usaha yang tersedia, semakin hidup perekonomian masyarakat dan semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan,” tegasnya.
Disparbudpora Dorong Sentra Kuliner dan Kreativitas Anak Muda
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, mengatakan, Community Ekraf Kapuas hadir sebagai tindak lanjut arahan Bupati Kapuas untuk mengoptimalkan ruang terbuka publik sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM.
Menurut Budi, pemerintah ingin menyediakan wadah bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk mengembangkan kreativitas, memperluas usaha, sekaligus meningkatkan pendapatan. Para pedagang pun menyambut baik program tersebut dan sepakat memanfaatkan kawasan GOR Panunjung Tarung sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif.
Ia menambahkan, Community Ekraf Kapuas mengusung konsep sentra kuliner dan produk kreatif yang memiliki identitas khas Kabupaten Kapuas. Pemerintah mendorong setiap pelaku usaha menghadirkan produk unggulan yang mampu menjadi daya tarik daerah.
Budi juga menegaskan pemerintah daerah tidak memungut biaya sewa lapak. Para pedagang hanya membayar retribusi sesuai Peraturan Daerah sebesar Rp20 ribu per meter persegi setiap bulan.
Ke depan, Disparbudpora juga akan mengembangkan kawasan tersebut sebagai ruang kreativitas generasi muda melalui berbagai pertunjukan seni dan musik. Pemerintah akan menyediakan fasilitas pendukung, termasuk sistem tata suara, yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.
Editor: Frans Dodie*