Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana memberikan keterangan kepada awak media terkait upaya pelarian warga binaan di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, Sabtu (23/5/2026). Situasi lapas dipastikan tetap aman dan kondusif pascakejadian.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Upaya pelarian seorang warga binaan bernama Anton Kurniawan yang merupakan mantan anggota polri di Lapas Kelas IIA Palangka Raya berhasil digagalkan petugas pengamanan, Sabtu (23/5/2026) siang. Pascakejadian, situasi di dalam lapas dipastikan tetap aman dan kondusif.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengatakan insiden tersebut langsung ditangani cepat oleh jajaran pengamanan lapas bersama tim dari Kantor Wilayah dan aparat terkait.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.25 WIB saat seorang warga binaan bernama Anton Kurniawan Stiyanto diduga mencoba melarikan diri usai menerima kunjungan istrinya. Saat berada di area pintu utama atau P2U, narapidana tersebut berupaya menerobos keluar dan sempat melakukan ancaman terhadap petugas yang berjaga.
Namun, petugas yang bertugas saat itu bergerak sigap melakukan tindakan pengamanan sesuai prosedur tetap yang berlaku. Aksi pelarian berhasil dihentikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun gangguan keamanan yang lebih luas.
“Petugas kami bertindak cepat, terukur, dan sesuai standar operasional prosedur sehingga upaya pelarian dapat segera digagalkan dan situasi tetap terkendali,” ujar I Putu Murdiana didampingi KabagTum, Yudo Adi Yuwono dan Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Pembinaan, Suwarto.
Setelah berhasil diamankan, warga binaan tersebut langsung ditempatkan di sel isolasi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga melakukan sterilisasi area serta penggeledahan kamar hunian guna memastikan tidak ada barang terlarang maupun alat komunikasi ilegal.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan barang mencurigakan di kamar hunian warga binaan tersebut. Meski demikian, pihak Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah bersama kepolisian masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
I Putu Murdiana menegaskan pihaknya tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran keamanan di lingkungan pemasyarakatan. Seluruh proses pemeriksaan, lanjutnya, akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan bersama aparat penegak hukum.
Sebagai langkah evaluasi, pengawasan di area layanan kunjungan dan titik-titik pengamanan utama kini diperketat. Seluruh petugas juga diminta meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami untuk semakin memperkuat sistem keamanan, pengawasan, dan deteksi dini di seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Kalimantan Tengah,” tutupnya.
Penulis : Wiyandri