Kondisi cat jalur shared space di salah satu ruas jalan di Palangka Raya Kalimantan Tengah yang tampak mulai memudar.
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID — Jalur berbagi ruang (shared space) yang baru dihadirkan di sejumlah ruas jalan di Kota Palangka Raya mulai menuai perhatian publik. Cat berwarna biru yang menjadi penanda utama fasilitas tersebut terlihat memudar, padahal proyek itu belum genap sebulan rampung dikerjakan.
Kondisi ini memicu pertanyaan dari masyarakat, mengingat jalur tersebut baru saja diperkenalkan sebagai bagian dari fasilitas publik yang ramah dan inklusif. Jalur ini dirancang untuk digunakan bersama oleh pejalan kaki, pesepeda, pelari, hingga pengguna sepeda listrik.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan jalur tersebut bertujuan menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Kepala Dinas PUPR Kalimantan Tengah, Juni Gultom, mengakui adanya pemudaran cat di beberapa titik. Ia memastikan pemerintah akan segera melakukan penanganan.
“Memang ada beberapa bagian cat yang mulai memudar. Nanti akan kami perbaiki lagi secara bertahap,” ujarnya kepada wartawan di Palangka Raya, Selasa (12/5).
Menurutnya, proyek jalur berbagi ruang merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan agar masyarakat memiliki alternatif ruang untuk berolahraga sekaligus mendukung mobilitas yang lebih tertib dan nyaman. Selain itu, konsep ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pengguna jalan untuk saling berbagi ruang.
“Konsep ini bukan hanya untuk pesepeda, tetapi juga pejalan kaki dan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” tambahnya.
Meski demikian, munculnya kerusakan dalam waktu singkat menimbulkan sorotan terhadap kualitas material yang digunakan. Warga berharap ke depan pemerintah dapat memilih bahan yang lebih tahan terhadap cuaca maupun gesekan, sehingga fasilitas tersebut bisa bertahan lebih lama.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut, termasuk kualitas pengecatan di lapangan. Perbaikan akan difokuskan pada titik-titik yang mengalami pemudaran paling signifikan.
Penulis : Wiyandri