Massa yang mewakili masyarakat mendatangi dan menyegel Kantor Pertamina Kalimantan Tengah di Palangka Raya, sebagai bentuk protes atas ketidakjelasan data stok dan distribusi BBM di tengah antrean panjang yang masih terjadi di sejumlah SPBU, Jumat (8/5/2026).
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Klaim PT Pertamina yang menyebut stok BBM di Kalimantan Tengah dalam kondisi aman berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Antrean panjang dan kekosongan BBM di sejumlah SPBU memicu kemarahan masyarakat.
Dalam keterangannya, Pertamina menyatakan distribusi berjalan normal dan pasokan terjaga. Namun, hanya berselang sehari, kondisi di lapangan justru menunjukkan krisis—BBM sulit diperoleh dan antrean semakin tak terkendali. (Kamis, 7 Mei 2026)
Puncak kekecewaan terjadi saat massa yang mewakili masyarakat menggelar aksi pada Jumat (8/5/2026) dengan mendatangi kantor cabang Pertamina Kalimantan Tengah di Palangka Raya. Aksi tersebut berujung pada penyegelan kantor sebagai bentuk protes keras atas kondisi yang dinilai tidak sesuai dengan pernyataan resmi.
Perwakilan massa, Avan Safrian, menegaskan bahwa klaim “stok aman” tidak mencerminkan realitas yang dialami masyarakat.
“Kalau memang aman, tidak mungkin masyarakat antre berjam-jam. Ini bukan soal panik, ini persoalan nyata yang harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.
Massa menuntut transparansi distribusi BBM serta pertanggungjawaban atas dampak yang dirasakan masyarakat, terutama mereka yang kehilangan waktu dan penghasilan akibat antrean panjang.
Aksi tersebut menjadi simbol hilangnya kepercayaan publik terhadap Pertamina. Massa juga memperingatkan akan terus melakukan tekanan jika tidak ada langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan distribusi BBM di Kalimantan Tengah.
Penulis : Wiyandri