Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur Raihansyah
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuntaskan persiapan teknis menjelang pendaratan perdana pesawat Airbus A320 milik Super Airjet di Bandara Haji Asan Sampit, pada 7 Mei 2026.
Kepala Dishub Kotim Raihansyah, memastikan jadwal kedatangan pesawat masih sesuai rencana. Ia menyebut, tim telah membersihkan seluruh hambatan di sekitar landasan pacu untuk mendukung keselamatan penerbangan.
“Kami sudah menebang pohon yang menjadi rintangan di sisi barat dan timur lintasan. Ini penting untuk keselamatan penerbangan,” ujarnya, Jumat (1/5).
Dishub Kotim terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan kelancaran operasional. Raihansyah mengakui pihaknya masih menunggu kepastian penjualan tiket yang hingga kini belum tersedia di aplikasi pemesanan daring.
Ia menegaskan, tim telah menyelesaikan seluruh aspek teknis, mulai dari ground handling hingga izin slot penerbangan. Menurutnya, seluruh perizinan dari Bandara Haji Asan hingga Bandara Soekarno-Hatta telah dinyatakan lengkap.
“Kami sudah menyiapkan semua aspek teknis. Sekarang kami tinggal menunggu realisasi kedatangan pesawat,” katanya.
Selain itu, Dishub juga menindaklanjuti catatan keselamatan dengan menertibkan objek penghalang di sekitar bandara. Petugas masih memproses penanganan beberapa pohon milik warga yang berada di area sekitar lintasan.
Raihansyah menjelaskan, tim teknis telah menguji kekuatan landasan pacu, manuver pesawat, serta area parkir dalam beberapa bulan terakhir. Hasilnya, bandara dinyatakan memenuhi syarat operasional untuk pesawat jenis Airbus A320.
Ia menambahkan, pesawat yang akan beroperasi memiliki kapasitas sekitar 180 penumpang. Namun, operator tidak akan mengisi kapasitas secara penuh demi menjaga keselamatan dan menyesuaikan kondisi landasan.
“Kami memperkirakan pengisian penumpang sekitar 70 hingga 80 persen, sekaligus memberi ruang untuk kargo,” jelasnya.
Pemkab Kotim berharap, pendaratan perdana pesawat ini dapat meningkatkan konektivitas transportasi udara dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Editor: Frans Dodie*