ASN Pemkab Kotawaringin Timur mengikuti kegiatan siraman rohani Kristen Protestan dan Katolik di Sampit untuk memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Foto Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan seluruh ASN wajib menjunjung nilai kasih dan kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan dalam kegiatan Siraman Rohani Kristen Protestan dan Katolik di lingkungan Pemkab Kotim, Kamis (23/4/2026). Staf Ahli Bupati Kotim, Wim Reinardt Kalawa Benung, meminta ASN menjalankan amanah pelayanan dengan berpegang pada nilai moral dan spiritual. Ia menekankan pentingnya integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“ASN harus berpegang pada nilai kasih, keadilan, dan kejujuran agar mampu menjadi teladan dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Wim menjelaskan, kegiatan siraman rohani bertujuan memperkuat mental dan karakter ASN agar bekerja dengan tulus dan ikhlas. Ia mendorong pegawai menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam bekerja.
Ia juga menekankan pentingnya ASN membangun hubungan kerja yang harmonis. Menurutnya, kekompakan di lingkungan birokrasi dapat memperlancar pelayanan dan mempercepat pelaksanaan program pemerintah.
“Ketika hubungan kerja berjalan baik, pelayanan kepada masyarakat ikut meningkat,” katanya.
Wim kemudian mengajak seluruh ASN menjaga kekompakan serta meningkatkan kinerja secara profesional. Ia meminta ASN tidak hanya bekerja keras, tetapi juga bekerja cerdas dalam menghadapi tantangan pelayanan publik.
“Mari kita jadikan pelayanan sebagai wujud kasih nyata dalam setiap tugas yang kita jalankan,” ujarnya.
Selain itu, Wim mendorong Dewan Pengurus Korpri Kotim dan BKPSDM Kotim untuk memperkuat pembinaan ASN, termasuk di bidang olahraga dan kerohanian. Ia juga mengusulkan pengembangan unit usaha koperasi Korpri secara profesional untuk meningkatkan kesejahteraan anggota.
“Unit usaha ini dapat memperkuat kesejahteraan keluarga besar Korpri ke depan,” katanya.
Wim berharap, kegiatan siraman rohani tidak berhenti sebagai agenda rutin, tetapi menjadi momentum bagi ASN untuk melakukan evaluasi diri dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Editor: Frans Dodie*