Peserta pelatihan mempraktikkan pembuatan pakan mandiri untuk menekan biaya produksi di Desa Tangar, Kotawaringin Timur. Foto Istimewa
SAMPIT, TOVMEDIA.CO.ID – Peternak ayam petelur di Desa Tangar, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai menekan biaya produksi melalui penggunaan pakan mandiri. Mereka memanfaatkan bahan lokal seperti jagung giling, tepung konsentrat, dan bekatul untuk menggantikan pakan pabrikan.
PT KKP (Wilmar Group) memfasilitasi pelatihan pengolahan pakan mandiri melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Perusahaan menghadirkan pelatih Agung Setiawan dari Kabupaten Kapuas untuk memberikan pendampingan teknis. Dalam pelatihan tersebut, peserta mempraktikkan langsung pembuatan pakan. Jagung giling tersebut berasal dari hasil panen program CSR sebelumnya bersama kelompok tani.
Agung menyebut, pakan mandiri mampu menjaga produktivitas telur tetap tinggi. Ia mencatat tingkat produksi minimal mencapai 90 persen, bahkan hingga 97 persen dalam praktik di kandang Poktan Pahari Sejahtera.
Selain itu, peternak dapat menghemat biaya produksi secara signifikan. Selisih harga mencapai Rp800 per kilogram ketimbang pakan pabrikan dan hingga Rp2.400 per kilogram dibanding pakan eceran.
“Jika dihitung per karung 50 kilogram, peternak bisa menghemat Rp40.000 sampai Rp120.000,” katanya.
Sementara itu, CSR Manager PT KKP, Widiyanto, menegaskan, perusahaan akan terus mendorong program pelatihan serupa. Ia menyebut, perusahaan membuka peluang pembelajaran antardesa dan kelompok usaha untuk memperluas penerapan pakan mandiri.
Kegiatan ini juga melibatkan perwakilan desa binaan Wilmar Gruop, seperti Desa Biru Maju, Sembuluh I, dan Tabiku. Widiyanto berharap, inovasi pakan mandiri dapat meningkatkan efisiensi usaha sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.
Editor: Frans Dodie*