Bupati Pulang Pisau Ahmad Rifa'i menyerahkan cendera mata kepada perwakilan BI Kalteng, Satrio Febrino, dalam kegiatan Festival Literasi Harati 2026, Kamis (9/4/2026). Foto Istimewa
PULANG PISAU, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah memulai Roadshow Festival Literasi Harati 2026 di Kabupaten Pulang Pisau. Perpustakaan Harati Hapumpung Bank Indonesia (BI) Kalteng menginisiasi kegiatan tersebut. Tujuannya untuk menanamkan budaya membaca dan memperkuat literasi ekonomi generasi muda.
Panitia menggelar kegiatan di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kabupaten Pulang Pisau, Kamis (9/4/2026), dengan melibatkan sekitar 100 pelajar SMA, guru, dan komunitas literasi.
Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya literasi sebagai bekal utama generasi muda dalam menghadapi arus informasi digital.
“Saya menghadiri kegiatan ini karena pesertanya generasi muda yang akan memimpin daerah ini. Literasi menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan,” ujar Rifa’i.
Ia mengajak pelajar mengubah kebiasaan menggunakan gawai menjadi aktivitas yang lebih produktif melalui membaca.
“Kegiatan ini harus mendorong anak-anak beralih dari kebiasaan menggunakan ponsel menjadi membaca buku agar mereka menjadi generasi yang kritis dan kreatif,” katanya.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Satria Febrino, mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem literasi. Ia menegaskan, literasi juga berperan membentuk perilaku ekonomi masyarakat.
“Literasi mendorong masyarakat lebih bijak dalam konsumsi dan pengelolaan keuangan,” ujarnya.
Ia menilai, penguatan literasi ekonomi dapat membantu mengendalikan inflasi, menjaga daya beli, serta meningkatkan efektivitas kebijakan ekonomi di daerah.
Panitia menindaklanjuti kegiatan ini dengan menggelar lomba menulis cerpen bertema “Bijak Berbelanja” pada pekan kedua dan ketiga April 2026. Panitia juga menjadwalkan roadshow berlanjut ke Gunung Mas, Murung Raya, dan Barito Selatan.
Pemerintah berharap, kegiatan ini memperkuat kualitas sumber daya manusia yang literat, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Editor: Frans Dodie*