Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, berbincang dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Fauzan, di Palangka Raya, Kamis (5/3/2026). Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng menggandeng 36 perguruan tinggi negeri dan swasta. Kerja sama itu untuk menyalurkan program kuliah gratis kepada 15 ribu mahasiswa pada tahun 2026.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan akses pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar bagi seluruh masyarakat. Ia menambahkan, pemerintah tidak ingin melihat putra-putri daerah berhenti sekolah atau kuliah karena biaya.
Agustiar menjelaskan, kerja sama dengan puluhan kampus ini termasuk dalam program strategis sektor pendidikan 2026. Ia berharap, kolaborasi tersebut memperkuat sinergi dengan dunia akademik dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda melanjutkan pendidikan tinggi.
“Tahun lalu, program ini membantu 3.060 mahasiswa. Tahun ini, kami menargetkan 15.000 mahasiswa agar lebih banyak anak muda dapat kuliah tanpa terbebani biaya,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M Reza Prabowo, menjelaskan, pemerintah menyalurkan dana bantuan langsung ke perguruan tinggi. Perguruan tinggi tidak boleh memungut biaya tambahan dari mahasiswa yang terdaftar sebagai penerima kuliah gratis.
Reza menekankan, program ini merupakan implementasi “Satu Rumah Satu Sarjana” untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah. Ia berharap, para lulusan program ini dapat berkontribusi nyata pada pembangunan daerah.
Melalui langkah ini, Pemprov Kalteng aktif mendorong akses pendidikan tinggi sekaligus menyiapkan generasi muda yang siap bersaing dan berinovasi di tingkat nasional.
Editor: Frans Dodie*