Staf Ahli Gubernur Kalteng, Yuas Elko, memberikan keterangan pers terkait dengan pengawasan harga elpiji 3 kilogram. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng menyoroti lonjakan harga elpiji 3 kilogram yang melampaui harga eceran tertinggi (HET). Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, pemerintah meminta pengecer menjual elpiji subsidi tersebut sesuai ketentuan.
Harga elpiji 3 kilogram di pengecer masih mencapai Rp35 ribu per tabung. Pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi ini,” kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Yuas Elko.
Yuas Elko memimpin langsung pemantauan harga pangan dan energi bersama perangkat daerah terkait. Tim juga melibatkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalteng. Tim memeriksa Pasar Besar, Pasar Kahayan, distributor elpiji, dan Gudang Bulog. Dari hasil pantauan, tim menemukan harga resmi di pangkalan seharusnya berada di kisaran Rp22 ribu per tabung.
Pemerintah menilai selisih harga tersebut berpotensi membebani masyarakat. Kebutuhan energi rumah tangga biasanya meningkat menjelang Ramadan. Pemprov Kalteng akan memperkuat pengawasan distribusi elpiji bersubsidi. Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menertibkan rantai distribusi hingga ke tingkat pengecer.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie