Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dan Wagub Edy Pratowo, kembali mengadakan silaturahmi dengan insan pers di Istana Isen Mulang. Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng mencatat lonjakan signifikan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjelang akhir 2025. Pemerintah daerah terus menggenjot penerimaan dari berbagai sektor strategis. Karena itu, pemprov optimistis menutup tahun anggaran dengan capaian maksimal.
Wagub Kalteng, Edy Pratowo, menegaskan optimisme tersebut dalam pertemuan rutin bersama insan pers, Senin (22.12/2025) malam. Ia menilai, sisa waktu yang ada masih cukup untuk mengoptimalkan potensi pendapatan. Dengan langkah itu, pemerintah menargetkan capaian 100 persen.
“Insya Allah kita bisa sampai 100 persen,” ujar Edy Pratowo.
Selanjutnya, Edy menjelaskan, pemerintah menerapkan program pemutihan pajak kendaraan bermotor. Kebijakan itu menurunkan penerimaan dari sektor denda pajak. Namun, pemerintah berhasil menutup penurunan tersebut melalui peningkatan sektor lain.
Selain itu, pemerintah mencatat lonjakan Pajak Kendaraan Bermotor yang menembus lebih dari 110 persen. Pemerintah juga mendorong Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor hingga mencapai 113,605 persen. Capaian ini menunjukkan efektivitas kebijakan pengelolaan pajak daerah.
Di sisi lain, pemerintah mengoptimalkan pajak bahan bakar kendaraan sebagai sumber pendapatan utama. Sektor ini mencatat realisasi 104,43 persen atau sekitar Rp1,336 triliun. Kontribusi tersebut memperkuat struktur PAD Kalimantan Tengah.
Hingga 23 Desember 2025, pemerintah mengumpulkan PAD sebesar Rp2,223 triliun dari target Rp2,328 triliun. Pemerintah terus memaksimalkan hari-hari tersisa untuk menutup selisih tersebut. Oleh karena itu, Pemprov tetap menjaga ritme kerja hingga akhir tahun.
Melalui pertemuan rutin dengan media, pemerintah membuka ruang transparansi kepada publik. Edy menegaskan, seluruh perangkat daerah berperan aktif dalam capaian tersebut. Pemerintah juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie