Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, memaparkan langkah mitigasi bencana dalam konferensi pers di Istana Isen Mulang, Palangka Raya. Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng mempercepat langkah mitigasi bencana, sekaligus menegaskan kepatuhan penuh terhadap moratorium pemerintah pusat.
Pemerintah daerah menggerakkan seluruh instansi untuk memperkuat kesiapsiagaan di kabupaten dan kota. Selain itu, Pemprov Kalteng menempatkan moratorium sebagai acuan utama dalam tata kelola pembangunan. Kebijakan ini mereka tekankan agar potensi konflik lahan dan risiko ekologis dapat berkurang.
“Kami memperkuat koordinasi dan memastikan setiap langkah mitigasi berjalan efektif, sambil tetap mematuhi moratorium dari pemerintah pusat,” kata Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, dalam konferensi per di Istana Isen Mulang, Rabu (3/12/2025).
Pemprov Kalteng meningkatkan koordinasi dengan Kapolda, Pangdam, dan instansi teknis untuk mempercepat respons terhadap potensi bencana. Pemerintah juga menggelar apel besar kesiapsiagaan guna menguji kemampuan seluruh unsur terkait. Langkah ini mereka nilai efektif untuk memperkuat rantai komando.
Menurut Agustiar, pemerintah daerah melakukan evaluasi rutin terhadap tata kelola sektor tertentu untuk menjaga arah pembangunan jangka panjang. Evaluasi tersebut membantu pemerintah memetakan risiko dan kebutuhan kebijakan. Dengan langkah ini, Pemprov Kalteng dapat mengarahkan pembangunan yang lebih terukur.
Agustiar menegaskan, pemerintah tidak menggunakan moratorium untuk mempersulit masyarakat. Sebaliknya, mereka menerapkan kebijakan itu untuk menjaga penataan ruang dan mencegah penyalahgunaan lahan. Pemprov memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mematuhi kebijakan yang berlaku. Pemprov Kalteng menilai kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat mitigasi bencana secara menyeluruh. Dengan dukungan publik, pemerintah yakin risiko bencana dapat ditekan secara signifikan.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie