Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Ardian Pangestu, menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi di PTBI 2025. Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalteng menegaskan, ekonomi daerah tetap kuat meski menghadapi ketidakpastian global.
Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng, Ardian Pangestu, menyebut perekonomian 2025 solid dan proyeksi 2026 optimistis. Pertumbuhan diperkirakan mencapai 5,25% hingga 6%.
Ardian menekankan peran PTBI 2025 sebagai forum koordinasi dan evaluasi ekonomi regional. Ia mengapresiasi kehadiran pimpinan instansi vertikal, perbankan, serta Forkopimda. Tema “Tangguh dan Mandiri” dipilih untuk mendorong sinergi dan ketahanan ekonomi.
“Dengan kondisi yang cukup optimistis, kami memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Kalteng pada 2026 berada di kisaran 5,25% hingga 6%,” kata Ardian, Jumat (28/11/2025).
Konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan sektor unggulan seperti CPO dan pertambangan menjadi penopang utama ekonomi. Program pemerintah seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih turut menjaga daya beli masyarakat. BI menilai kombinasi ini memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Stabilitas harga tercatat aman sepanjang 2025 dengan inflasi terkendali. Sektor perbankan juga menunjukkan kinerja positif, dengan kredit tumbuh 6,25% dan Dana Pihak Ketiga meningkat 7,05%. Rasio kredit bermasalah tetap rendah, mencerminkan perbankan berfungsi optimal sebagai agen pembangunan.
Digitalisasi sistem pembayaran mencatat pertumbuhan signifikan. Transaksi QRIS melonjak 152,5% dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun. Sebanyak 14 dari 15 pemerintah daerah telah menerbitkan Perda KKPD, 12 pemda menyediakan kartu fisik KKPD, dan 7 pemda menyusun kajian ekonomi.
Ardian menutup sambutannya dengan menegaskan BI akan terus mendorong sinergi lintas sektor. Fokus ke depan mencakup ketahanan ekonomi, optimalisasi belanja publik, perbankan, dan akselerasi digitalisasi keuangan. Ia berharap, langkah ini menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi Kalteng yang lebih kuat dan berdaya tahan.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie