Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan.
MUARA TEWEH, TOVMEDIA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara terus memperkuat langkah-langkah strategis untuk menurunkan angka kemiskinan di daerah setempat.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS Kalteng Tahun 2025, angka kemiskinan di Barito Utara berada pada posisi ke-9 se-Kalimantan Tengah, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 7.440 jiwa atau 5,52 persen.
Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini tidak sekadar pada posisi peringkat, tetapi pada efektivitas program dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Felix menjelaskan sejumlah faktor yang memicu peningkatan kemiskinan, antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi daerah dari 2,92 persen menjadi 2,48 persen pada triwulan II tahun 2025, kenaikan garis kemiskinan akibat inflasi, serta tingkat pengangguran terbuka yang masih berada pada 4,71 persen.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Barito Utara telah menetapkan target penurunan angka kemiskinan menjadi 4,6 persen pada tahun 2030, sebagaimana tercantum dalam Rancangan Awal RPJMD 2025–2029.
Target tersebut diperkuat melalui tiga strategi utama yang sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Strategi pertama yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat, yang dilakukan melalui pasar murah, program GEPAMOR, serta penyaluran bantuan seperti PKH, BPNT, JKN-PBI, dan BLT Dana Desa.
Strategi kedua berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, melalui penguatan ekonomi lokal, pengembangan sektor pertanian, pendidikan vokasi, dan pemberdayaan UMKM.
Strategi ketiga diarahkan pada penanganan wilayah kantong kemiskinan, melalui peningkatan layanan kesehatan, perbaikan infrastruktur dasar, penyediaan sanitasi layak, serta pembangunan fasilitas pendidikan seperti Sekolah Rakyat.
Editor : Khairul Saleh