Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengecek kondisi peserta Pesparani yang diduga keracunan makanan saat mendapatkan perawatan di IGD RS Betang Pambelum Palangka Raya. Foto Istimewa
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Pemprov Kalteng memastikan seluruh biaya perawatan peserta Pesparani yang diduga mengalami keracunan makanan akan ditanggung sepenuhnya.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, saat menjenguk para korban di RS Betang Pambelum Palangka Raya. Langkah cepat ini menjadi bentuk tanggung jawab Pemprov terhadap keselamatan peserta.
Agustiar menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan para peserta menanggung beban biaya medis. Ia menyebut hanya kontingen Kota Palangka Raya yang terdampak dalam insiden ini. Selain itu, Pemprov juga meminta penanganan dilakukan secara cepat dan menyeluruh.
“Biaya perawatan para peserta Pesparani itu ditanggung Pemprov,” ujar Agustiar Sabran saat ditemui di IGD RS Betang Pambelum, Minggu (23/11/2025).
Menurutnya, pemerintah juga menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kasus dugaan keracunan tersebut kepada pihak berwajib. Dengan begitu, akar persoalan bisa segera diungkap. Ia menilai langkah hukum penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, panitia pelaksana terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan terbaik. Mereka memantau kondisi para peserta yang mayoritas berasal dari kategori Paduan Suara Anak dan Paduan Suara Remaja. Jumlah korban terus bergerak seiring masuknya peserta baru yang merasakan gejala.
Sementara itu, Ketua Panitia Pesparani Kalteng 2025, Sutoyo, melaporkan total 38 peserta mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, 24 orang masih menjalani perawatan medis, termasuk beberapa peserta yang harus dirawat inap. Panitia memastikan logistik dan pendampingan terus diberikan kepada para korban.
Pemprov Kalteng juga meminta panitia memperketat pengawasan makanan bagi seluruh peserta. Langkah ini dianggap penting sebagai bentuk mitigasi agar seluruh rangkaian kegiatan Pesparani dapat tetap berlangsung aman. Upaya evaluasi pun disiapkan untuk mencegah kejadian serupa.
Editor: Frans Dodie