Wagub Kalteng, Edy Pratowo, menyampaikan strategi ekonomi daerah dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11/2025) malam, di Palangka Raya. Foto Wiyandri
PALANGKA RAYA, TOVMEDIA.CO.ID – Wagub Kalteng, Edy Pratowo, mengungkap enam strategi pemerintah provinsi untuk menjaga ketahanan ekonomi daerah di tengah perlambatan ekonomi global.
Ia menyampaikan paparan ini saat membuka Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Jumat (28/11/2025) malam, di Aula Betang Hapakat, Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalteng.
Edy menegaskan, meski ekonomi global menghadapi ketidakpastian, pemerintah tetap mendorong pertumbuhan ekonomi Kalteng. Ia menekankan peran kebijakan fiskal dan moneter yang efektif dalam menjaga stabilitas. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah 2025 berada di kisaran 4,7% hingga 5,5%.
“Ekonomi Kalteng 2025 diperkirakan tumbuh 4,7% hingga 5,5%, terutama didorong sektor industri pengolahan dan pertambangan,” ujar Edy Pratowo.
Wagub meminta perangkat daerah meningkatkan ketahanan pangan dengan memperkuat produktivitas pertanian dan mempercepat operasional pabrik pengolahan beras. Ia juga mendorong pemanfaatan lahan jagung sebagai bahan baku industri pakan ternak. Langkah ini bertujuan menekan ketergantungan antar daerah dan menjaga stabilitas pasokan pangan.
Edy menjelaskan, enam langkah strategis pemerintah provinsi, antara lain memperkuat hilirisasi sektor unggulan, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengoptimalkan peran TPID dalam mengendalikan inflasi. Pemerintah juga mendorong elektronifikasi transaksi daerah, memperkuat pariwisata, serta mendorong UMKM dan digitalisasi ekonomi.
Ia menambahkan, pemerintah bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi Kalteng. Edy menegaskan, koordinasi antar lembaga dan evaluasi berkala menjadi kunci keberhasilan strategi tersebut. Pemerintah optimistis langkah-langkah ini akan mendorong Kalteng mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
Reporter: Wiyandri
Editor: Frans Dodie